alexametrics

Minta RS BUMN Bikin Ruang Khusus Corona, Erick Thohir: Jangan Pikir Untung-Rugi

loading...
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus menginstruksikan Rumah Sakit (RS) yang dikelola negara agar menyediakan ruang khusus untuk penyakit tidak terduga seperti virus corona (Covid-19). Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan pembangunan fasilitas khusus itu juga merupakan bagian dari antisipasi penyebaran Covid-19 di dalam negeri.

"Karena Corona sedang jadi pembicaraan, maka kita juga menjadi bagian dari itu. Dan memang kita semuanya harus ada fasilitas atau ruangan khusus untuk penyakit tertentu," ujar Menteri Erick Thohir di Jakarta, Rabu (11/3/2020).

(Baca Juga: RS Khusus Corona Tengah Disiapkan Menteri Basuki)



Dia melanjutkan fasilitas khusus yang dibangun di RS Pertamina Jaya (RSPJ) itu nantinya juga dapat digunakan untuk pasien yang mengalami penurunan imunitas hingga penderita penyakit kanker. "Saya rasa tidak hanya Corona, bahwa ini juga bisa dipakai buat kanker atau penyakit imunitas lainnya untuk ke depannya," jelasnya.

Lebih lanjut Ia juga mengingatkan, agar BUMN tidak memperhitungkan untung-rugi dalam menjalankan bisnisnya kalau untuk kepentingan rakyat. "Kalau ini sebuah kebijakan, seperti membangun ini (ruang fasilitas khusus) kita jangan mikir untung-ruginya. Yang tidak boleh rugi karena oknum, itu namanya korupsi," jelasnya.

Sebagai informasi Rumah Sakit yang dikelola Pertamedika, anak usaha Pertamina, yaitu RS Pertamina Jaya (RSPJ) dialihfungsikan menjadi salah satu RS khusus penanganan virus Corona (COVID-19). Menteri BUMN Erick Thohir pun memastikan kesiapannya.

Erick meninjau sejumlah lokasi termasuk ruangan yang akan dialihfungsikan khusus untuk penanganan COVID-19. Menurutnya, RS Pertamina Jaya bukan hanya siap menangani virus Corona namun juga telah melakukan edukasi untuk pencegahan penyebaran virus ini.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top