Dibuka Kembali, IHSG Siang Terpuruk 245 Poin
Jum'at, 13 Maret 2020 - 12:16 WIB
Dibuka Kembali, IHSG Siang Terpuruk 245 Poin
A
A
A
JAKARTA - Sempat ditutup sementara (trading halt), Indeks Harga Saham Gabungan pada sesi I perdagangan Jumat (13/3/2020) terpuruk 245,78 poin atau 5,02% ke level 4.649,97.
Awal perdagangan, melanjutkan pelemahan dengan anjlok 217,21 poin atau 4,44% ke level 4.678,53. Bursa Efek Indonesia pun langsung menghentikan sementara (trading halt) ISHG pada pukul 09.15 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS), setelah semakin anjlok 245,16 poin atau 5,01% ke 4.650,58.
Seluruh indeks sektoral memerah, dengan pelemahan terbesar terjadi di sektor industri dasar 6,03%, sektor manufaktur rugi 5,82%, dan sektor konsumer kehilangan daya 5,76%.
Dari 540 emiten saham yang diperdagangkan, 417 terpukul, 81 stagnan, dan hanya 42 yang sehat. Nilai transaksi saham mencapai Rp3,24 miliar dari 3,71 miliar unit saham. Transaksi bersih asing Rp27,34 miliar, dengan aksi beli asing Rp1,38 triliun berbanding aksi jual asing Rp1,35 triliun.
Aksi trading halt pada Jumat ini juga dilakukan oleh pasar saham Asia lainnya. Melansir dari CNBC, bursa saham India, Nifty 50 harus ditutup sementara setelah jatuh 10%. Hal ini dilakukan sebagai upaya circuit breaker (sebuah sistem yang secara otomatis men-suspend bursa saham ketika terjadi koreksi besar-besaran).
Begitu pula dengan pasar saham Thailand. Stock Exchange of Thailand (SET) langsung melakukan penutupan setelah pasar jatuh 5,46%.
Sementara itu, Nikkei 225 Jepang rontok 6,10% ke 17.426,64, Hang Seng Hong Kong melemah 5,78% menjadi 22.904,28, Kospi Korea Selatan turun 5,45%, Shanghai China jatuh 3,32%. Adapun ASX 200 Australia naik tipi 0,02% ke level 5.305,80.
Ahli strategi pasar di Commonwealth Bank of Australia, Kim Mundy, mengatakan kejatuhan pasar saham Asia Pasifik ini akibat penyebaran global virus corona, yang membuat sistem keuangan dunia telah mengalami dislokasi.
"Kejatuhan pasar saham Asia Pasifik karena pasar kurang percaya terhadap pemerintah yang dianggap tidak memiliki rencana tepat untuk menahan dampak kesehatan dan ekonomi akibat wabah virus corona," ujarnya.
Awal perdagangan, melanjutkan pelemahan dengan anjlok 217,21 poin atau 4,44% ke level 4.678,53. Bursa Efek Indonesia pun langsung menghentikan sementara (trading halt) ISHG pada pukul 09.15 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS), setelah semakin anjlok 245,16 poin atau 5,01% ke 4.650,58.
Seluruh indeks sektoral memerah, dengan pelemahan terbesar terjadi di sektor industri dasar 6,03%, sektor manufaktur rugi 5,82%, dan sektor konsumer kehilangan daya 5,76%.
Dari 540 emiten saham yang diperdagangkan, 417 terpukul, 81 stagnan, dan hanya 42 yang sehat. Nilai transaksi saham mencapai Rp3,24 miliar dari 3,71 miliar unit saham. Transaksi bersih asing Rp27,34 miliar, dengan aksi beli asing Rp1,38 triliun berbanding aksi jual asing Rp1,35 triliun.
Aksi trading halt pada Jumat ini juga dilakukan oleh pasar saham Asia lainnya. Melansir dari CNBC, bursa saham India, Nifty 50 harus ditutup sementara setelah jatuh 10%. Hal ini dilakukan sebagai upaya circuit breaker (sebuah sistem yang secara otomatis men-suspend bursa saham ketika terjadi koreksi besar-besaran).
Begitu pula dengan pasar saham Thailand. Stock Exchange of Thailand (SET) langsung melakukan penutupan setelah pasar jatuh 5,46%.
Sementara itu, Nikkei 225 Jepang rontok 6,10% ke 17.426,64, Hang Seng Hong Kong melemah 5,78% menjadi 22.904,28, Kospi Korea Selatan turun 5,45%, Shanghai China jatuh 3,32%. Adapun ASX 200 Australia naik tipi 0,02% ke level 5.305,80.
Ahli strategi pasar di Commonwealth Bank of Australia, Kim Mundy, mengatakan kejatuhan pasar saham Asia Pasifik ini akibat penyebaran global virus corona, yang membuat sistem keuangan dunia telah mengalami dislokasi.
"Kejatuhan pasar saham Asia Pasifik karena pasar kurang percaya terhadap pemerintah yang dianggap tidak memiliki rencana tepat untuk menahan dampak kesehatan dan ekonomi akibat wabah virus corona," ujarnya.
(ven)
Lihat Juga :