alexametrics

BEI Sebut Opsi Penutupan Bursa Bisa Bikin Panik Pasar

loading...
A+ A-
JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai belum perlu untuk melakukan penutupan bursa meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus mengalami tekanan. Penutupan bursa seperti yang dilakukan Filipina diyakini bisa menimbulkan kepanikan pasar.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo mengatakan, pihaknya belum memiliki pikiran untuk melakukan penutupan bursa seperti di Filipina. Namun, dia berharap sebaiknya dalam kondisi berat sekalipun perdagangan bursa saham tetap buka.

“Manfaatnya demi mengakomodasi permintaan jual dan beli para investor yang tetap ingin memanfaatkan momentum. Kecuali nanti kondisinya sudah dianggap luar biasa,” ujar Laksono di Jakarta, kemarin.



Menurut Laksono, mengenai opsi penutupan bursa akan didiskusikan dengan otoritas terkait. Tetapi, dia mencontohkan kota-kota yang melakukan lockdown sekalipun bursa saham di sana tetap buka.

Seperti diketahui, pergerakan IHSG terus tertekan ke posisi terendah dalam beberapa tahun terakhir. Kemarin, IHSG ditutup anjlok 5,2% ke level 4.105. Melihat anjloknya pasar modal Indonesia, pengamat ekonomi dari Indef Bhima Yudhistira justru menilai opsi menutup bursa saham seperti di Filipina sudah harus dilakukan otoritas di Indonesia.

“Memang radikal, tapi ini demi keselamatan bersama. Tutup pasar saham untuk 1–2 pekan ke depan. Filipina misalnya menutup pasar modalnya bukan sekadar 30 menit lalu dibuka lagi. Bahkan Yunani pernah tutup lima pekan tahun 2015,” ujar dia.

Sementara itu, Head of Research Division BNI Sekuritas Damhuri Nasution menuturkan, opsi penutupan bursa dikhawatirkan menambah panik dan mendorong nilai tukar rupiah makin tertekan. Saat ini yang dibutuhkan adalah model untuk menentukan titik puncak pandemi virus korona ini sehingga bisa diketahui masa penyelesaiannya.

“Saat ini sulit diprediksi karena tekanan masih besar dan kepanikan global terus terjadi. Model matematika yang dikembangkan ahli epidemiologi di China tepat. Namun, dibarengi kebijakan pemerintahan yang tegas di lapangan sehingga pasien baru bisa berkurang drastis,” katanya.

Chief Economist Tanamduit Ferry Latuhihin mengatakan dirinya masih optimistis bursa saham tidak perlu ditutup. Dirinya justru mengkhawatirkan penurunan IHSG akan semakin parah apabila ditutup seperti di Filipina. “Takut market-nya tambah ambruk. Saya sarankan BEI tidak mengikuti Filipina karena indeks sudah terpangkas sangat dalam. Sekarang, bahkan PE rasiio IHSG hanya sekitar 9. Kondisinya sangat undervalued,” ujar Ferry.

Dia memproyeksikan tekanan wabah korona hanya jangka pendek. Diperkirakan pada Juni semua negara sudah bisa menyelesaikan isu pandemi tersebut. Meskipun ekonomi global dalam kondisi tertekan pada kuartal 1 dan 2 tahun ini. “Tapi, saya yakin, ini akan bisa recovery pada kuartal ke-4 tahun ini. Pemerintah seharusnya bisa intervensi IHSG melalui dana pensiun BUMN atau BPJS karena saat ini menguntungkan harganya murah. Namun, sampai saat ini saya belum lihat Dapen yang masuk bursa,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, anjloknya pasar saham dan keuangan disebabkan investor di seluruh dunia menarik asetnya ke investasi yang lebih aman. Penyebab larinya investor bukan karena fundamental ekonomi negara tidak baik, melainkan kepanikan sebagai dampak dari Covid-19.

“Sekarang adalah cash is the king, mereka (investor) pindah ke aset yang lebih aman. Karena apa? Bukan masalah fundamental, bukan masalah ekonomi, tapi memang cenderung kepanikan,” kata Perry.

Pada perdagangan saham kemarin, pergerakan IHSG kembali diwarnai trading halt. Pada akhir sesi kedua IHSG turun 225,25 poin atau 5,2% ke 4.105,42. Terdapat 46 saham menguat, 378 saham melemah dan 91 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp5,171 triliun. Indeks LQ45 turun 43,51 poin atau 6,6% menjadi 612,12, indeks Jakarta Islamic Index (JII) turun 27,98 poin atau 6,4% ke 406,51, indeks IDX30 turun 24,11 poin atau 6,7% ke 336,48 dan indeks MNC36 turun 15,53 poin atau 6,7% ke level 217,06. (Hafid Fuad/Kunthi Fahmar Sandy)
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top