alexametrics

PGN Pasok Gas Bumi ke Wisma Atlet Kemayoran

loading...
A+ A-
JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) siap menyalurkan gas bumi untuk mendukung kebutuhan tenaga medis maupun pasien virus corona yang dirawat di Wisma Atlet Kemayoran, yang saat ini dialihfungsikan sebagai pusat penanganan pasien virus Covid-19.

"Mulai hari ini, kami akan melakukan pengaliran kembali gas bumi yang diprioritaskan untuk kebutuhan dapur umum Wisma Atlet Kemayoran sehingga pada saat efektif, penggunaan Wisma Atlet sebagai pusat rehabilitasi Covid-19 tidak ada permasalahan untuk pasokan gas bumi," ujar Corporate Secretary PGN Rachmat Hutama di Jakarta (23/3/2020).

PGN melalui anak usahanya yaitu PT Gagas Energi Indonesia(GAGAS) menyalurkan Gaslink sebagai bahan bakar kompor pada dapur umum yang disiapkan untuk menyediakan kebutuhan makan kepada pasien, dokter, perawat, aparat dan relawan kesehatan yang terlibat dalam penanganan Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran.



Gaslink disalurkan dengan menggunakan 1 unit Pressure Regulating Station dengan kapasitas aliran 100 meter kubik per jam. Sedangkan untuk pasokan gas didukung oleh 2 unit Gas Transportation Module (GTM) ukuran 5 feet dengan kapasitas masing-masing 300 meter kubik dan 1 unit GTM 10 feet dengan kapasitas 1.000 meter kubik per jam.

Fasilitas kompor pada dapur umum, membutuhkan pasokan gas berjumlah 17 sampai dengan 20 unit. Untuk mengoperasikan pengaliran gas tersebut, disiapkan operator dan teknisi yang bertugas secara bergantian dengan SOP yang ketat untuk mengurangi dampak dari kemungkinan penyebaran virus.

Ditengah penurunan laba perseroan pada tahun 2019, PGN tetap berkomitmen melaksanakan kegiatan CSR untuk membantu masyarakat dan mengurangi beban pemerintah.

"Sebagai bagian dari kegiatan CSR perusahaan, penyaluran gas bumi ke wisma atlet selama 3 bulan adalah bentuk kontribusi kami sebagai bagian dari BUMN kepada negara dalam menangani pandemi Covid-19. Semoga energi baik gas bumi ini menambah semangat tenaga medis dan pasien untuk dapat keluar dari kondisi pandemi Covid-19," tutup Rachmat.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top