alexametrics

Soal Lockdown, Menteri Erick Thohir: Terbaik Social Distancing Saat Ini

loading...
A+ A-
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir buka suara terkait lockdown, sebagai salah satu pilihan dalam upaya mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19. Sesuai dengan arahan Presiden, menurutnya saat ini yang terbaik adalah menerapkan social distancing.

Karena itu Ia menekankan, belum ada arahan untuk menutup perusahaan pelat merah terkait. Sebelumnya muncul desakan kepada pemerintah mengambil langkah lebih dari sekadar work from home (WFH) dan social distancing yakni lockdown seperti yang telah diterapkan beberapa negara di dunia.

"Belum ada arahan kesana, lockdown seperti sudah disampaikan Pak Donny Ketua BNBP, lalu Presiden juga yang terbaik hari ini seperti di banyak negara dinamakan social distancing. Atau yang namanya fisikal distancing, yang gampang kata Presiden namanya jaga jarak aman," ujar Menteri Erick Thohir di Jakarta, Selasa (24/3/2020)



Lebih lanjut Ia menerangkan, saat ini Kementerian BUMN beberapa di antaranya sudah menerapkan bekerja di rumah. Adapun saat ini yang bekerja di kantor sebanyak 15% hal ini untuk mencegah virus corona (Covid-19).

"Sekarang pun sudah tinggal 15% buktinya hari ini saya masuk kantor padahal giliran hari ini saya WFH, cuma kita lakukan hal-ha terbaik yuang bisa kita lakukan. Terutama yang kita sebutkan itu siap rugi, penyaluran servis kepada masyarakat harus tetap ada," katanya.

Dia menambahkan pegawai BUMN yang di atas 60 tahun dianjurkan harus bekerja dirumah. Sedangkan pegawai yang dibawah 60 tahun agar bekerja di kantor.

"Ini harus disiplin yang usianya di atas 60 tahun harus di rumah, apalagi yang usianya di bawah 60 juga yang rentan karena ada penyakit turunan seperti asma, diabetes kanker, itu juga harus dirumah. Kalau tidak disipilin yang dirugikan adalah keluarganya sendiri," jelasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top