alexametrics

IHSG Dibuka Meroket ke 4.143 Saat Bursa Jepang Berbalik Anjlok 4%

loading...
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan, Kamis (26/3/2020) dibuka meroket untuk menjadi sinyal positif menjelang akhir pekan. Pada sesi pagi hari ini, IHSG perkasa ke level 4.143,91 dengan tambahan 206,27 poin atau 5,24%.

Sebelumnya bursa saham Tanah Air pada perdagangan, Selasa kemarin sebelum libur nyepi ditutup berbalik memerah setelah sempat membaik pada pembukaan. Hingga akhir sesi, IHSG ambruk ke 3.937,63 usai kehilangan -51,89 poin yang setara dengan -1,30%.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia pagi tercatat sebesar Rp816 miliar dengan volume mencapai 413 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp62,51 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp485,53 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp548,05 miliar. Tercatat sebesar 160 saham menguat, 52 saham melemah dan 75 saham stagnan.



Beberapa saham yang menguat di antaranya PT. Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp2.375 menjadi Rp38.775, PT. Pollux Properti Indonesia Tbk. (POLL) bertambah Rp725 ke posisi Rp9.500 dan PT. Astra International Tbk (ASII) meningkat Rp100 menjadi Rp3.380.

Selanjutnya saham-saham dengan pelemahan yakni PT Arkha Jayanti Persada Tbk (ARKA) turun Rp90 menjadi Rp1.510, PT Citra Putra Realty Tbk. (CLAY) menyusut Rp90 ke posisi Rp2.420 serta PT PT Grand Kartech Tbk. (KRAH) berkurang Rp50 menjadi Rp675.

Di sisi lain seperti dilansir CNBC, bursa saham wilayah Asia menurun dalam perdagangan Kamis pagi saat investor menunggu rilis data pengangguran AS. Bursa Jepang memimpin kerugian dengan Indeks Nikkei jatuh 4,29% mengiringi indeks Topix yang juga merosot 2,71%.

Selanjutnya indeks Kospi, Korea Selatan juga tergelincir ke zona merah usai kehilangan 0,51% sementara indeks Hang Seng, Hong Kong jatuh 1,11%. Tekanan juga menimpa bursa daratan China pada sesi awal hari ini, dimana Komposit Shanghai turun 0,74% dan Komposit Shenzhen 0,665% lebih rendah.

Sementara itu S&P/ASX 200 di Australia naik sekitar 0,5%. Pada Asia Tenggara, Straits Times index di Singapura turun 2,27%. Hal ini setelah proyeksi ekonomi Singapura tahun ini diperkirakan akan menyusut antara 1,0% dan 4,0%.

Data awal resmi menunjukkan ekonomi Singapura tertular 2,2% pada kuartal pertama dari tahun lalu. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia di luar Jepang diperdagangkan 0,62% lebih rendah.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top