alexametrics

Permudah Warga Saat Berdiam di Rumah, BUMN Sediakan Layanan Daring

loading...
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah perlu mempermudah layanan kepada warga yang saat ini sedang berdiam diri di rumah karena menghindari penyebaran virus corona (Covid-19). Pelayanan dalam bentuk daring (online) akan sangat membantu warga memenuhi kebutuhan tanpa harus keluar rumah.

Pelayanan daring bisa dilakukan dengan menyediakan nomor customer service yang mudah diakses. Pemerintah bisa mengoptimalkan peran badan usaha milik negara (BUMN) dan swasta dalam mendukung terciptanya pelayanan berbasis daring ini.

Sejumlah BUMN sudah berinisiatif menyediakan layanan daring ini, di antaranya PT Pertamina, PT PLN. Pertamina menyediakan layanan pengantaran elpiji dan premium bagi warga. Layanan Pertamina Delivery Service (PDS) ini bisa diperoleh melalui nomor costomer service 135. Warga hanya perlu menelepon, premium atau elpiji siap diantar ke rumah. (Baca: Tren Konsumsi LPG Meningkat Saat Social Distancing, Pertamina Jaga Pasokan)



Berbeda dengan itu, PLN memudahkan pembayaran listrik. Pelanggan pascabayar diminta mengirimkan identitas dan foto angka yang terdapat pada kwh meter melalui email maupun aplikasi WhatsApp. Langkah ini untuk menerapkan imbauan social distancing yang oleh WHO diubah menjadi physical distancing.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya Ikhsan Asaad mengatakan, langkah tersebut bertujuan agar para pelanggan bisa mencetak tagihan listrik. Pelanggan cukup mengirimkan satu kali saja selama periode 23-29 Maret 2020. Hal ini dilakukan demi terciptanya suasana aman dan nyaman dalam masa darurat bencana wabah Covid-19 khususnya di Jakarta. Dia meminta warga Jakarta dan sekitarnya berpartisipasi aktif dalam pembacaan meter PLN ini.

"Pelanggan PLN cukup di rumah saja dan mengirimkan via online angka kwh meternya. Setelah itu pembayaran juga bisa dilakukan melalui online, tidak perlu banyak tatap muka," kata Ikhsan di Jakarta, Selasa (24/3).

Pembayaran rekening listrik bisa dilakukan secara daring melalui internet banking, mobile banking, situs belanja online seperti Tokopedia, Bukalapak, Lazada, dan Shopee maupun dompet digital seperti Gopay, OVO, dan Dana. Namun, pelayanan daring seperti ini dinilai perlu lebih diperluas agar masyarakat terbantu selama menjalani masa berdiam diri di rumah. Kebutuhan yang masih perlu dilayani antara lain penyediaan obat-obatan, bahan kebutuhan pokok, dan tenaga dokter.

Peneliti senior kebijakan publik dan swasta UNDP, Pheni Chalid, mengatakan, dalam situasi warga terkonsentrasi di rumah seperti dalam sepekan terakhir, pemerintah pusat dan daerah harus turun tangan untuk menjamin kebutuhan warga. Layanan terutama dibutuhkan oleh kalangan masyarakat menengah ke bawah. Layanan yang harus dipenuhi antara lain bahan pokok seperti gas elpiji, beras, gula, dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Begitu pula untuk kebutuhan obat.

Menurut Pheni, selayaknya pemerintah mengarahkan agar apotek-apotek bekerja sama dengan perusahaan transportasi daring dalam menyediakan pengantaran obat gratis agar pengeluaran warga bisa lebih ditekan. “Termasuk pengantaran barang dan layanan jasa seharusnya bisa terjamin ke setiap rumah. Jika tidak, social distancing tidak akan berjalan efektif karena kebutuhan pokok harus dipenuhi dengan keluar rumah,” ujarnya. (Baca juga: Gairahkan Daya Beli di Tengah Wabah Corona, DPR Dorong Eksekusi Program Padat Karya)

Salah satu layanan yang cukup membantu warga saat ini adalah kuota internet gratis. Menurut Pheni, kebutuhan masyarakat akan kuota internet selama warga berdiam diri di rumah sangat tinggi karena anak-anak mereka harus kuliah dan belajar secara daring. Sejauh ini sejumlah perusahaan penyedia jasa jaringan telepon seluler sudah menyediakan kuota internet gratis dalam jumlah tertentu.

Hal itu sangat membantu. Hanya, layanan seperti itu harus lebih ditingkatkan karena ini momentum bagi pemerintah dan swasta untuk bisa meringankan masyarakat yang terkena musibah, bukan justru meraup untung. “Karena kuliah, belajar, dan penugasan sudah sistem digital. Tiap hari belajar menggunakan Google Scholar, Zoom, Vidcom, dan sebagainya. Kesemuanya butuh jaringan yang tidak gratis,” paparnya.

Tidak hanya layanan internet, pemilik stasiun televisi juga diminta menyajikan tontonan yang menghibur dan juga mendidik berhubung anak dan orang tua berada di rumah. Perlu hiburan agar mereka betah berada di rumah.

Sementara itu, anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade menilai kebijakan pemerintah untuk mengoptimalkan layanan beli barang dan jasa via daring itu sudah cukup baik dan membantu masyarakat dalam melakukan social distancing. Hanya, masih butuh langkah yang lebih tegas untuk menekan masyarakat agar tetap di rumah.

Menurut dia, social distancing saja dinilai tidak cukup memutus mata rantai Covid-19. Karena itu, pemerintah harus membuat kebijakan untuk memaksa minimal 80% masyarakat tetap di rumah (stay at home). Pemerintah juga harus mempertimbangkan lockdown untuk memutus mata rantai wabah ini. “Caranya bagaimana? Lockdown sebagian saja. Misalnya satu keluarga yang boleh keluar satu orang untuk beli makanan, supermarket dibuka, apotek dibuka untuk belanja sisanya di dalam rumah,” ujarnya kemarin. (Kiswondari)
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top