Pacu Mutu Produk, KKP Kaji Laboratorium Deteksi Ikan Hasil Destructive Fishing

Jum'at, 27 Maret 2020 - 17:10 WIB
Pacu Mutu Produk, KKP...
Pacu Mutu Produk, KKP Kaji Laboratorium Deteksi Ikan Hasil Destructive Fishing
A A A
JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkomitmen meningkatkan mutu produk perikanan Indonesia sekaligus menjaga kelestarian alam. Salah satu langkahnya dengan mengembangkan laboratorium uji untuk mendeteksi kondisi ikan, apakah hasil kegiatan penangkapan ikan yang merusak (destructive fishing) atau bukan.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Rina saat menyampaikan peta jalan BKIPM 2020-2024 kepada Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Edhy Prabowo di Jakarta. "Kami sedang mengembangkan laboratorium uji untuk mendeteksi ikan-ikan yang pengambilannya dengan cara destructive fishing," ujar Rina di Jakarta.

Sejauh ini, BKIPM sudah bisa mendeteksi ikan-ikan hasil pengeboman. Namun untuk yang ditangkap dengan menyemprotkan racun, pihaknya belum dapat mendeteksi.

Rina menjelaskan, sulitnya pendeteksian karena ikan yang ditangkap menggunakan racun biasanya hanya pingsan dan akan pulih setelah dipindahkan ke air yang tak terkontaminasi. "Sedangkan mendeteksi ikan hasil pemboman lebih mudah karena dapat dilihat dari fisiknya, seperti tulang dan punggung rusak, serta bagian dalam ikan hancur," terang Rina.

Melalui pengembangan uji laboratarium lanjut Rina, pendeteksian ikan akan dilakukan lewat darah. Pihaknya bekerjasama dengan Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan dan Institut Pertanian Bogor untuk merealisasikan inovasi tersebut.

KKP melarang penangkapan ikan dengan racun karena dapat merusak ekosistem. Di antaranya membunuh terumbu karang dan biota laut lain. Rina memastikan, ikan-ikan hasil destructive fishing, baik pengobaman maupun racun, tidak akan lolos sertifikasi. Ikan yang tidak lolos sertifikasi berarti tidak bisa dikirim ke daerah tujuan.

"Kalau kami bisa mendeteksi bahwa ikan-ikan ini diambil dengan cara menghancurkan terumbu karang atau menggunakan racun, maka kita bisa langsung tolak biar tidak boleh dilalulintaskan. Si pengusaha ini tentu tidak mau produknya tidak lewat, maka dia akan meneruskan ke suppliernya untuk tidak melakukan destructive fishing," pungkas Rina.

Sementara itu, Edhy mendukung penuh pengembangan laboratorium uji tersebut. Menurutnya, menjaga kelestarian berarti memperpanjang umur industri kelautan dan perikanan Indonesia. "Kita larang yang seperti itu. Jangan kasih tempat untuk destructive fishing," tegasnya.

Menurutnya, perlu ketegasan agar praktik serupa tidak terulang dan kualitas produk perikanan Indonesia terjaga, begitupun alamnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KKP Segel Lahan Proyek...
KKP Segel Lahan Proyek Reklamasi di Batam
Meski Ada Pandemi, Nilai...
Meski Ada Pandemi, Nilai Ekspor Perikanan Meningkat Jadi USD1,24 Miliar
RI Rangking 4 Eksportir...
RI Rangking 4 Eksportir Perikanan ke China, Atdag: Aturan Rumit
Kementerian Kelautan...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Berhentikan Dirjen Perikanan Tangkap
Disrupsi Data Perikanan
Disrupsi Data Perikanan
KKP Dorong Inovasi Produk...
KKP Dorong Inovasi Produk Perikanan di Tengah Pandemi
Berita Terkini
IHSG Ambruk Lagi Sentuh...
IHSG Ambruk Lagi Sentuh Level 5.789 usai Kehilangan 1,91% di Sesi Siang
8 menit yang lalu
Dasco Kasih Bocoran...
Dasco Kasih Bocoran Pemerintah Punya Strategi Khusus Atasi Pelemahan Rupiah
23 menit yang lalu
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
2 jam yang lalu
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
2 jam yang lalu
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
3 jam yang lalu
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
3 jam yang lalu
Infografis
6 Produk Buatan China...
6 Produk Buatan China yang Digemari Konsumen Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved