Faisal Basri: Lupakan Dulu Ekonomi, Fokus Penanganan Corona

Minggu, 29 Maret 2020 - 06:18 WIB
Faisal Basri: Lupakan...
Faisal Basri: Lupakan Dulu Ekonomi, Fokus Penanganan Corona
A A A
JAKARTA - Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri menilai pemerintah dianggap lebih mempertimbangkan perkara ekonomi dibandingkan penanganan virus corona. Menurutnya ekonomi Indonesia akan ditentukan dari bagaimana cara pemerintah melawan virus corona.

"Ekonomi nasibnya sangat ditentukan penanganan virus. Jadi lupakan dulu ekonomi, fokus penanganan virus," kata Faisal Basri di Jakarta.

Lebih lanjut terang dia, jika penyebaran virus semakin luas maka menurutnya pemerintah akan keteteran. Pasalnya tenaga medis di Indonesia jumlahnya masih kurang.

"Dokter kita terbatas hanya 0,4 per seribu penduduk. Kalau wabahnya semakin tak terkendali, dokter kita akan keteteran dan jadi rentan menjadi korban juga dari virus, untuk itu raining secepat mungkin bagaimana menghadapi kondisi darurat seperti ini," jelasnya.

Dalam kondisi seperti ini, Faisal menilai pemerintah tidak punya pilihan lain, selain segera melakukan karantina wilayah sembari mempercepat pendeteksian Corona. "Hampir tidak ada pilihan, karena kita menghadapi kurva yang seperti roket," tutur dia.

Diungkapkan juga olehnya dengan segera meredanya penyebaran wabah itu, maka kepercayaan pelaku ekonomi pun akan naik sehingga pemulihan ekonomi bisa lebih cepat.

Ia pun mengambil contoh India yang kasusnya lebih kecil dari Indonesia, namun mengambilkan kebijakan lockdown lebih cepat. Dengan demikian ongkos penanganan penyakit itu bisa lebih rendah dan korban diharapkan bisa ditekan jumlahnya.

Namun, tak seperti India, Faisal melihat pemerintah seakan bias untuk menjaga ekonomi. "Seolah ekonomi panglima, ini sejalan dengan akselerasi pertumbuhan, RUU Cipta Kerja dan lainnya, pemerintah lebih menjaga ekonomi," ungkapnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sulit Ekonomi karena...
Sulit Ekonomi karena Corona, Ayah Jual Ponsel Rusak untuk Beli Beras
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
Kemenkes Umumkan Covid-19...
Kemenkes Umumkan Covid-19 Varian Baru Masuk Indonesia
Mutasi Baru Virus Corona
Mutasi Baru Virus Corona
Bantuan Mengalir, Solidaritas...
Bantuan Mengalir, Solidaritas Internasional Dukung RI Atasi Corona
Sempat Dirawat Intensif,...
Sempat Dirawat Intensif, 2 Pasien Positif Covid-19 Meninggal Dunia
Berita Terkini
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
49 menit yang lalu
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
2 jam yang lalu
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
3 jam yang lalu
NHM Terima Penghargaan...
NHM Terima Penghargaan atas Kontribusi Aktif dalam Perlindungan Lingkungan
3 jam yang lalu
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
4 jam yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
5 jam yang lalu
Infografis
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global pada 2024-2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved