alexametrics

Puan Maharani Siapkan Langkah Antisipatif Mengatasi Wabah Covid-19

loading...
A+ A-
JAKARTA - abah virus corona atau Covid-19 yang melanda hampir seluruh dunia, yaitu 200 negara terdampak, telah memberikan tekanan terhadap perekonomian global yang juga memberikan pengaruh pada perekonomian nasional.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani mengatakan ejumlah asumsi makro dalam penyusunan APBN Tahun Anggaran 2020 telah mengalami berbagai perubahan signifikan, yaitu pertumbuhan ekonomi, nilai tukar, dan harga minyak.

"Ditengah-tengah penurunan pertumbuhan ekonomi dunia dan berbagai negara, maka Indonesia diprediksi juga akan mengalami koreksi pertumbuhan ekonomi pada tahun ini, yaitu dari asumsi pertumbuhan ekonomi 5,3% menjadi berkisar 4% sampai dengan 5,1%," ujar Puan di Jakarta, Senin (30/3/2020).



Nilai tukar rupiah, yang semula di asumsikan dalam APBN 2020 adalah Rp14.400 per USD, saat ini rupiah berada pada Rp16.00-an per USD. Di sisi lain, asumsi harga minyak dalam APBN 2020 adalah USD63 per barel, dan saat ini harga minyak berada pada kisaran harga USD31-34 per barel.

"Perubahan asumsi-asumsi makro tersebut akan berimplikasi pada postur APBN 2020, baik pada sisi penerimaan, belanja, defisit, maupun pembiayaan," ungkap Puan.

Dalam menangani dampak wabah virus corona, Puan melanjutkan, diperlukan intervensi fiskal dalam memperkuat dan mempertajam fungsi belanja dalam APBN dan program-program pemerintah untuk mengantisipasi dampak wabah virus corona dalam kehidupan masyarakat dan perekonomian nasional. Ada langkah-langkah antisipasi yang diperlukan untuk mengatasi Covid-19.

"Yang pertama, memperkuat pelayanan dan fasilitas kesehatan, antara lain memperluas daya jangkau rapid test, memperbanyak ketersediaan Alat Perlindungan Diri (APD), meningkatkan kapabilitas Rumah Sakit atau Puskesmas dan yang lainnya," jelas Puan.

Langkah selanjutnya adalah mengoptimalkan tenaga kesehatan dengan memperbanyak bantuan tenaga kesehatan, memberikan insentif, dan upaya lainnya.

"Kemudian, memberikan perlindungan sosial, menciptakan stimulus perekonomian dan UMKM, serta menjaga ketahanan pangan," tambahnya.

Ia menjelaskan perlu untuk mempertahankan pelayanan publik agar tetap berjalan, memperkuat APBD untuk penanganan wabah dan program intervensi strategis lainnya.

"DPR melalui Alat Kelengkapan Dewan terkait, siap mendukung langkah-langkah antisipasi yang diperlukan pemerintah melalui APBN maupun APBN Perubahan, bahkan apabila diperlukan Perppu yang terkait dengan upaya meningkatkan ketahanan fiskal," tegas Puan.

Ia mengatakan pemerintah perlu menyiapkan langkah-langkah antisipasi menghadapi tekanan perekonomian global dan dalam penaganan dampak wabah virus corona.

"Pemerintah bersama otoritas terkait, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, agar segera melakukan koordinasi untuk dapat menjalankan kebijakan yang terintegrasi dan terpadu dalam menggerakan perekonomian nasional agar tetap bertumbuh dan berkembang," pungkas Puan.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top