alexametrics

Menteri Erick Thohir Sebut Pasokan Ventilator Baru 50%

loading...
Menteri Erick Thohir Sebut Pasokan Ventilator Baru 50%
Menteri Erick Thohir Sebut Pasokan Ventilator Baru 50%
A+ A-
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan, pasokan ventilator sudah mulai berdatangan meski baru bisa memenuhi setengah dari total kebutuhan dalam negeri. Seperti diketahui kebutuhan ventilator terus bertambah seiring meningkatnya pasien positif corona yang tengah dalam perawatan.

"Kalau kita lihat rumah sakit BUMN itu ada 611 tempat ICU. Hari ini mungkin dengan segala cara kita baru ada 50%. Itu saja 50% bisa dari kita bisa beli lokal, asal standarnya sesuai," ujar Menteri Erick Thohir di Jakarta, Selasa (7/4/2020).



Lebih lanjut Ia menerangkan tengah mencari alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan ventilator. Salah satunya dengan mengajak perguruan tinggi dalam negeri terlibat aktif menciptakan alat tersebut.

"Ya saya rasa, ventilator sudah mulai bedatangan, apakah jumlahnya cukup atau tidak, kemarin rapat bersama presiden kepala BNPB menyampaikan alternatif pembuatan ventilator lokal, ada UI ada ITB," katanya.

Dalam kesempatan yang sama Wakil Menteri BUMN Budi Sadikin mengaku telah meminta ventilatir pada miliarder dunia Elon Musk. Hal tersebut dilakukan karena Indonesia masih kekurangan ventilator. "Saya ditugasi Pak Menteri, ditugasi cari ventilator sampai ke ujung dunia. Jadi termasuk nge-twett Elon Musk, kita kejar juga," ungkap Budi Sadikin.

Sambung Budi mengatakan, kekurangan ventilator tidak hanya dirasakan Indonesia tetapi juga negara sebesar Amerika Serikat. Selama ini, hanya China dan Rusia yang berhasil dan memperbanyak alat tersebut.



"Realistisnya AS sendiri kekurangan ventilator banyak sekali. Saya dengar yang bisa mensupply dan membangun ventilator itu China dan Rusia. Ini karena tugas Pak Menteri saja suruh cari sampai pelosok negeri, ya saya cari sampai kemanapun kita cari," paparnya.
(akr)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top