Fokus Tangani Covid-19, Anggaran Infrastruktur Ditunda

Rabu, 08 April 2020 - 13:54 WIB
Fokus Tangani Covid-19,...
Fokus Tangani Covid-19, Anggaran Infrastruktur Ditunda
A A A
JAKARTA - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bakal menunda anggaran untuk proyek-proyek infrastruktur. Fokus anggaran saat ini adalah penanganan masalah virus corona (Covid-19) di mana penggunaannya adalah untuk bidang kesehatan, perlindungan sosial masyarakat, serta perlindungan bagi dunia usaha dan industri yang terdampak Covid-19.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan pemerintah juga telah melakukan penghematan anggaran yang dianggap tidak prioritas tahun ini. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meminta anggaran yang tidak mendesak pelaksanaannya untuk digeser.

"Kegiatan-kegiatan yang tidak mendesak ditunda pelaksanaannya, bahkan Menkeu mengarahkan proyek-proyek yang tidak prioritas bisa ditunda. Jadi pelaksanaannya tidak harus setahun, tapi bisa jadi beberapa tahun (multiyears)," ujar Askolani di Jakarta, Rabu (8/4/2020).

Namun, Askolani memastikaan tidak ada pembangunan infrastruktur yang distop. Pemerintah hanya akan menunda proyek infrastruktur yang tidak mendesak, sehingga anggarannya bisa digunakan lebih dulu untuk prioritas penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.

"Untuk infrastruktur itu yang akan dilakukan tentunya dampaknya bukan hanya infrastruktur tapi kegiatan-kegiatan yang selama ini bisa berjalan normal akan mengalami slowdown, cancel, atau dikurangi di 2020 ini. Kami tegaskan mohon untuk fokus dulu kita mengenai Covid," jelasnya.

Sebagai informasi, pemerintah sebenarnya mengalokasikan anggaran sebesar Rp423,3 triliun untuk pembangunan infrastruktur. Jumlah ini mengalami kenaikan 5,9% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp399,7 triliun atau setara 16,6% dari total belanja negara tahun ini sebesar Rp2.540,4 triliun.

Sementara itu, pemerintah menyiapkan dana sebesar Rp405,1 triliun untuk stimulus di berbagai bidang dalam rangka menangani covid-19. Anggaran untuk stimulus ini setara 15,9% dari total belanja negara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020. Secara terinci, anggaran tersebut terdiri dari Rp75 triliun untuk bidang kesehatan, Rp110 triliun untuk perlindungan sosial, Rp70,1 triliun untuk insentif perpajakan dan stimulus Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta Rp150 triliun untuk pembiayaan program pemulihan ekonomi nasional.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sempat Dirawat Intensif,...
Sempat Dirawat Intensif, 2 Pasien Positif Covid-19 Meninggal Dunia
Covid-19 di DKI Jakarta...
Covid-19 di DKI Jakarta Meningkat, Iklim Pancaroba jadi Salah Satu Penyebabnya
Kemenkes Umumkan Covid-19...
Kemenkes Umumkan Covid-19 Varian Baru Masuk Indonesia
Bertambah 24 ribu, Kasus...
Bertambah 24 ribu, Kasus Covid-19 Tertinggi dalam Sepekan
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
Jumlah Kasus COVID-19...
Jumlah Kasus COVID-19 di Indonesia, 21-24 Juni 2021
Berita Terkini
TikTok Bidik Pertumbuhan...
TikTok Bidik Pertumbuhan Aplikasi Asia Tenggara lewat Inovasi AI
10 menit yang lalu
IHSG Ambruk 3,56% ke...
IHSG Ambruk 3,56% ke 5.883 Sore Ini, Tekanan Jual Hantam Nyaris Seluruh Sektor
29 menit yang lalu
Hadapi Ketidakpastian...
Hadapi Ketidakpastian Global, Gajah Tunggal Andalkan Efisiensi dan Inovasi
52 menit yang lalu
IFG Life Tekankan Pentingnya...
IFG Life Tekankan Pentingnya Perencanaan Dana Pendidikan Sejak Dini
1 jam yang lalu
Bea Cukai Musnahkan...
Bea Cukai Musnahkan 44 Juta Rokok Ilegal, Potensi Kerugian Negara Capai Rp32,9 Miliar
1 jam yang lalu
NHM Peduli Dampingi...
NHM Peduli Dampingi Pasien Jantung Rematik Asal Lingkar Tambang Hingga Sukses Jalani Operasi di Jakarta
1 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Imsakiyah Ramadan...
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H, Kamis 19 Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved