Tangis Gubernur BI di Tengah Pandemi Corona dan Kisah Bahtera Nabi Nuh

Rabu, 08 April 2020 - 17:03 WIB
Tangis Gubernur BI di...
Tangis Gubernur BI di Tengah Pandemi Corona dan Kisah Bahtera Nabi Nuh
A A A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengibaratkan keadaan ekonomi tanah air saat ini di tengah pandemi corona seperti kisah Nabi Nuh yang membangun bahtera untuk jadi penyelamat saat air bah menerjang wilayahnya. Bahkan Perry dengan emosional mengatakan, menangis tiap malam dan berikhtiar memikirkan bagaimana penyelamatan ekonomi dari Covid-19.

Perry mengisahkan, saat ini stakeholders perekonomian mulai dari BI, Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tengah menyiapkan kapal berukuran besar atau bahtera (seperti di kisah Nabi Nuh), yang digunakan untuk menyelamatkan perekonomian. Kapal ini dimaksudkan adalah suatu aturan yang akan digunakan jika air bah menenggelamkan daratan.

"Kami sebagai umat beragama, saya dari kecil sering membaca kitab-kitab, Alquran. Seperti kisah Nabi Nuh yang menghitung risiko, kami juga ukur risiko, misalnya bagaimana jika banjir sampai gedung atau gunung. Kami diskusikan skenarionya seperti apa," ujar Perry dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat di Jakarta, Rabu (8/4/2020).

Lebih lanjut Ia menekankan, seluruh skenario tengah disiapkan oleh pemangku kepentingan untuk menyelamatkan perekonomian Indonesia di tengah wabah corona saat ini. Bahkan dia mengaku beberapa kali menangis dalam upaya mempertahankan ekonomi nasional saat ini.

"Kami betul-betul ikhtiar. Sedemikian rupa kita jaga dan berupaya menjaga kapal ini. Saya ingin nangis, tahajud terus dan betul-betul minta lindungan dari Allah," kata dia.

Ia pun turut memikirkan bagaimana nasib para pekerja jika pembatasan berskala besar diterapkan dalam waktu tiga bulan ke depan. "Bagaimana nasib rakyat? bagaimana orang yang tidak bisa bekerja? bagaimana nanti kemudian tidak hanya penerima bansos tapi nasib pekerja seperti apa? sehingga dibentuk jaring pengaman sosial," tandasnya.

Perry pun meminta dukungan kepada para anggota dewan agar apa yang sedang diupayakan oleh BI bersama lembaga lain mampu menekan dampak pandemi Covid-19 terhadap penurunan ekonomi dalam negeri.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sulit Ekonomi karena...
Sulit Ekonomi karena Corona, Ayah Jual Ponsel Rusak untuk Beli Beras
DPR Ingatkan Bank Jangan...
DPR Ingatkan Bank Jangan Hambat Pencairan Program Indonesia Pintar
Dampak Covid, BI Prediksi...
Dampak Covid, BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Sumut Triwulan II Cuma 1,3 Persen
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
RI Dorong Sinergi dan...
RI Dorong Sinergi dan Kolaborasi di ASEAN untuk Tangani Covid-19
Bantuan Mengalir, Solidaritas...
Bantuan Mengalir, Solidaritas Internasional Dukung RI Atasi Corona
Berita Terkini
Prabowo Prediksi Indonesia...
Prabowo Prediksi Indonesia Swasembada BBM 3 Tahun Lagi
1 jam yang lalu
Potongan Aplikasi Gojek...
Potongan Aplikasi Gojek Turun Jadi 8% Mulai 1 Juli 2026, Manajemen GOTO Angkat Suara
1 jam yang lalu
Biaya Medis Meningkat,...
Biaya Medis Meningkat, Allianz Ajak Pahami Pentingnya Perlindungan Kesehatan
1 jam yang lalu
Pascapengumuman MSCI,...
Pascapengumuman MSCI, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,62% ke Level 6.002
2 jam yang lalu
Harga Emas Terjun Rp18...
Harga Emas Terjun Rp18 Ribu, Hari Ini 1 Gram Dijual Rp2.655.000 per Gram
2 jam yang lalu
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
4 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved