Ajak Swasta Bangun Infrastruktur, Sri Mulyani Diminta Beri Diskon Pajak

Kamis, 09 April 2020 - 04:13 WIB
Ajak Swasta Bangun Infrastruktur,...
Ajak Swasta Bangun Infrastruktur, Sri Mulyani Diminta Beri Diskon Pajak
A A A
JAKARTA - Komisi V DPR meminta Pemerintah dalam hal ini Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk membuat terobosan dengan memberi kompensasi pemotongan pajak bagi pihak swasta yang mau membangun infrastruktur milik pemerintah. Hal itu ketika menggunakan skema penggunaan dana milik swasta murni, bukan melalui skema investasi maupun skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Sebagaimana diketahui, dampak ekonomi dari Pandemi COVID-19 membuat APBN 2020 defisit. Kementerian PUPR yang merupakan mitra kerja Komisi V DPR-RI turut dipangkas anggarannya sekitar Rp30 triliun.

"Kebijakan ini akan mempengaruhi pembangunan infrastruktur di Tanah Air," ujar Anggota Komisi V DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Rifqinizamy Karsayuda kepada SINDOnews.

Menurut Rifqi, kondisi ekonomi sekarang sangat membebani pihak swasta, termasuk dalam hal investasi maupun kerjasama dalam proyek-proyek pembangunan infrastruktur. Sehingga terang dia, diperlukan terobosan dari Pemerintah agar agenda-agenda infrastruktur strategis dapat tetap dijalankan.

"Salah satu terobosan yang dapat dilakukan adalah dengan meminta kontribusi swasta, terutama swasta nasional untuk membangun berbagai infrastruktur milik negara yang dananya seluruhnya dibebankan kepada swasta tersebut. Kompensasinya, mereka mendapatkan pemotongan kewajiban pajak setara dengan nilai infrastuktur yang dibiayai dan dibangun," ungkap Rifqi.

Dia mencontohkan, jika pemerintah mau membangun sebuah jembatan senilai Rp100 miliar dan ada pihak swasta yang siap bangun dan membiayai seluruhnya maka nilai Rp100 miliar tersebut akan menjadi pengurang kewajiban pajak bagi perusahaan dimaksud.

"Tentu sebelum proses pembiayaan dan pembangunan, portofolio kewajiban pajak pihak swasta dimaksud harus diteliti terlebih dahulu," ungkap Rifqi.

Terkait hal ini, Rifqi berjanji akan memperjuangkannya di DPR, termasuk mengkomunikasikannya dengan rekan-rekannya lintas Komisi.

Terobosan ini ungkapnya, bukan hanya untuk menyelamatkan pembangunan infrastruktur, bahkan dapat mempercepat agenda-agenda infrastruktur nasional dan daerah. Di pihak lain, kebijakan ini adalah stumulus ekonomi agar roda ekonomi di tengah dan pasca COVID-19 dapat menggeliat kembali.

"Detil kebijakannya perlu disusun secara lebih teknis oleh Kementerian Keuangan dan Kementerian PUPR. Prinsipnya fungsi perencanaan dan pengawasan sepenuhnya harus dilakukan oleh Pemerintah. Swasta semata sebagai pihak yang mengerjakan dan menanggung dananya. Klasifikasi pihak swasta, jenis usaha dan pekerjaan infrastruktur negara apa saja yang dapat dikerjakan, juga harus lebih didetilkan," tegas legislator dari Daerah Pemilihan Kalimantan Selatan I ini.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Proyek Infrastruktur...
Proyek Infrastruktur Digencarkan dengan Terobosan Pembiayaan
Infrastruktur dan Pembiayaan
Infrastruktur dan Pembiayaan
Pembiayaan Infrastruktur...
Pembiayaan Infrastruktur Turun
Kebutuhan Infrastruktur:...
Kebutuhan Infrastruktur: Pembiayaan Alternatif?
Bappenas Beberkan 4...
Bappenas Beberkan 4 Terobosan Pembiayaan untuk Pembangunan Infrastruktur
Indonesia Butuh Rp2.085...
Indonesia Butuh Rp2.085 Triliun untuk Mengejar Ketertinggalan Infrastruktur
Berita Terkini
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
12 menit yang lalu
Grab Tepis Rumor Keluar...
Grab Tepis Rumor Keluar dari Indonesia, Komitmen untuk UMKM dan Mitra Tetap Kuat
2 jam yang lalu
Rupiah Hampir Tembus...
Rupiah Hampir Tembus Rp18.000, Kapan Purbaya Pencet Alarm Darurat?
8 jam yang lalu
Purbaya Ungkap Fakta...
Purbaya Ungkap Fakta Mengejutkan soal Penangkapan Kepala BGN, Apa Itu?
11 jam yang lalu
Perluas Jangkauan Layanan...
Perluas Jangkauan Layanan TIC, Sucofindo Resmikan Kantor Pemasaran di Aceh
11 jam yang lalu
UI dan Binus Adu Inovasi...
UI dan Binus Adu Inovasi Kembangkan Desa Wisata Tomohon, Siapa Terpilih?
11 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved