CIMB Niaga gandeng Shizuoka Bank
Sabtu, 24 Desember 2011 - 13:59 WIB
CIMB Niaga gandeng Shizuoka Bank
A
A
A
Sindonews.com – PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) melakukan kerja sama dengan Shizuoka Bank, yang merupakan bank pembangunan daerah terbesar di Jepang.
CIMB Niaga akan memberikan fasilitas kebutuhan jasa perbankan nasabah Shizuoka Bank, yang telah maupun yang akan beroperasi di Indonesia. Presiden Direktur CIMB Niaga, Arwin Rasyid mengungkapkan, saat ini pengusaha asal Jepang yang berada di bank Indonesia relatif masih sedikit. Jumlahnya masih di bawah 70 nasabah, namun total pinjaman cukup besar mencapai Rp120 triliun atau sekitar 3 persen dari total pinjaman keseluruhan.
“Tahun depan dengan adanya kerja sama ini, kita harapkan meningkat menjadi 6 persen,” ujarnya di sela-sela penandatanganan kerja sama di Jakarta kemarin. Arwin menambahkan, sebagai salah satu grup perbankan regional terbesar di Jepang, basis nasabah Shizuoka Bank tersebar di berbagai wilayah hingga Tokyo, Osaka, dan Nagoya.
“Dan juga jumlah perusahaan Jepang, terutama yang berbasis di Shizuoka terus meningkat. Sebut saja Yamaha Group dan Suzuki Group, cukup banyak supplier dari kedua perusahaan tersebut yang mengembangkan investasinya di Indonesia,” kata Arwin.
Terkait peran shizouka Bank sebagai sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Jepang, dinilai sudah dapat bersaing di kancah nasional dan bahkan telah mampu bekerjasama dengan bank asing.
"Kita punya relations yang kuat dengan nasabah kita. Dengan nasabah, kita tidak hanya memberi pelayanan kepada nasabah dengan baik tetapi juga memberikan semacam bisnis matching apa yang dibutuhkan nasabah kita. Misalnya pelatihan bisnis bagi para eksportir," ujar CEO Shizouka Bank Katsuori Nakanishi ditemui di Graha Financial akhir pekan ini.
Tak seperti BPD di Indonesia yang masih memiliki modal kecil, Shizouka Bank per akhir tahun 2011 (Maret 2011) dengan total aset USD113.554 juta dan rasio kecukupan modal (CAR) di 15,3 persen. Selain menjadi salah satu bank terbesar di Jepang, Shizouka Bank juga telah melebarkan sayap dimana penyaluran kreditnya tidak hanya bergerak di sektor konsumsi saja.
"Persen 30 persen di retail dan 70 persen di korporat. Di retail portofolio kredit kami ada di sektor KPR," tandasnya. (ank)
CIMB Niaga akan memberikan fasilitas kebutuhan jasa perbankan nasabah Shizuoka Bank, yang telah maupun yang akan beroperasi di Indonesia. Presiden Direktur CIMB Niaga, Arwin Rasyid mengungkapkan, saat ini pengusaha asal Jepang yang berada di bank Indonesia relatif masih sedikit. Jumlahnya masih di bawah 70 nasabah, namun total pinjaman cukup besar mencapai Rp120 triliun atau sekitar 3 persen dari total pinjaman keseluruhan.
“Tahun depan dengan adanya kerja sama ini, kita harapkan meningkat menjadi 6 persen,” ujarnya di sela-sela penandatanganan kerja sama di Jakarta kemarin. Arwin menambahkan, sebagai salah satu grup perbankan regional terbesar di Jepang, basis nasabah Shizuoka Bank tersebar di berbagai wilayah hingga Tokyo, Osaka, dan Nagoya.
“Dan juga jumlah perusahaan Jepang, terutama yang berbasis di Shizuoka terus meningkat. Sebut saja Yamaha Group dan Suzuki Group, cukup banyak supplier dari kedua perusahaan tersebut yang mengembangkan investasinya di Indonesia,” kata Arwin.
Terkait peran shizouka Bank sebagai sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Jepang, dinilai sudah dapat bersaing di kancah nasional dan bahkan telah mampu bekerjasama dengan bank asing.
"Kita punya relations yang kuat dengan nasabah kita. Dengan nasabah, kita tidak hanya memberi pelayanan kepada nasabah dengan baik tetapi juga memberikan semacam bisnis matching apa yang dibutuhkan nasabah kita. Misalnya pelatihan bisnis bagi para eksportir," ujar CEO Shizouka Bank Katsuori Nakanishi ditemui di Graha Financial akhir pekan ini.
Tak seperti BPD di Indonesia yang masih memiliki modal kecil, Shizouka Bank per akhir tahun 2011 (Maret 2011) dengan total aset USD113.554 juta dan rasio kecukupan modal (CAR) di 15,3 persen. Selain menjadi salah satu bank terbesar di Jepang, Shizouka Bank juga telah melebarkan sayap dimana penyaluran kreditnya tidak hanya bergerak di sektor konsumsi saja.
"Persen 30 persen di retail dan 70 persen di korporat. Di retail portofolio kredit kami ada di sektor KPR," tandasnya. (ank)
()