Toko Gunung Agung target penjualan tembus Rp2 triliun
Senin, 26 Desember 2011 - 09:30 WIB
Toko Gunung Agung target penjualan tembus Rp2 triliun
A
A
A
Sindonews.com - Maraknya toko buku online tidak membuat toko buku konvensional ditinggalkan pelanggannya. Salah satunya Toko Gunung Agung yang tetap optimistis mampu mencatatkan peningkatan penjualan di tahun depan sebesar 10 persen atau mampu menembus angka Rp2 triliun. Sementara itu untuk tahun ini diproyeksikan mampu mencatat penjualan sebesar Rp1,8 triliun.
Pertumbuhan tersebut didukung potensi peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap buku serta peralatan sekolah maupun perkantoran. “Kami masih menghitung berapa besaran target untuk tahun depan.Tetapi paling tidak, pertumbuhannya bisa mencapai 10 persen,” ujar Direktur TKGA Junus Hartanto Judianto di Jakarta kemarin.
Menurut dia, di tahun-tahun mendatang potensi ritel masih cukup cerah. Meski begitu, kata dia, perseroan masih mengalami kendala terkait beban biaya sewa untuk gerai yang dirasakan cukup tinggi.
Menurutnya, beban sewa tersebut memangkas keuntungan yang diperoleh perseroan. Tahun lalu perseroan mengalami rugi bersih Rp6,7 miliar. Dia memprediksi, tahun ini perseroan masih akan merugi sekitar Rp6 miliar. “Untuk tahun depan, tentu akan lebih baik lagi. Harapannya, ya makin cepat bisa menghasilkan laba,” kata dia.
Junus mengatakan, untuk menyiasati beban sewa yang terlalu tinggi, perseroan akan menerapkan efisiensi masalah tempat. Nantinya perseroan akan mengalihkan strategi penjualan dari toko cabang ke satelite shop. Konsep ini diharapkan bisa menekan beban sewa. Kendati demikian, satelite shop ini akan membuat unit yang dimiliki Gunung Agung jauh lebih kecil.
Dalam operasionalnya nanti, perseroan akan menggandeng mitra sebagai joint business sehingga biaya yang dikeluarkan tidak terlalu besar. “Jadi, biayanya tidak begitu memberatkan ketimbang kami harus sewa tempat di mal yang tentu sangat mahal,” kata dia.
Pertumbuhan tersebut didukung potensi peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap buku serta peralatan sekolah maupun perkantoran. “Kami masih menghitung berapa besaran target untuk tahun depan.Tetapi paling tidak, pertumbuhannya bisa mencapai 10 persen,” ujar Direktur TKGA Junus Hartanto Judianto di Jakarta kemarin.
Menurut dia, di tahun-tahun mendatang potensi ritel masih cukup cerah. Meski begitu, kata dia, perseroan masih mengalami kendala terkait beban biaya sewa untuk gerai yang dirasakan cukup tinggi.
Menurutnya, beban sewa tersebut memangkas keuntungan yang diperoleh perseroan. Tahun lalu perseroan mengalami rugi bersih Rp6,7 miliar. Dia memprediksi, tahun ini perseroan masih akan merugi sekitar Rp6 miliar. “Untuk tahun depan, tentu akan lebih baik lagi. Harapannya, ya makin cepat bisa menghasilkan laba,” kata dia.
Junus mengatakan, untuk menyiasati beban sewa yang terlalu tinggi, perseroan akan menerapkan efisiensi masalah tempat. Nantinya perseroan akan mengalihkan strategi penjualan dari toko cabang ke satelite shop. Konsep ini diharapkan bisa menekan beban sewa. Kendati demikian, satelite shop ini akan membuat unit yang dimiliki Gunung Agung jauh lebih kecil.
Dalam operasionalnya nanti, perseroan akan menggandeng mitra sebagai joint business sehingga biaya yang dikeluarkan tidak terlalu besar. “Jadi, biayanya tidak begitu memberatkan ketimbang kami harus sewa tempat di mal yang tentu sangat mahal,” kata dia.
()