Liburan, objek wisata & hotel di Jabar penuh
Senin, 26 Desember 2011 - 12:25 WIB
Liburan, objek wisata & hotel di Jabar penuh
A
A
A
Sindonews.com - Memasuki libur Natal dan liburan sekolah, wisatawan memadati beberapa objek wisata Kota Bandung. Meskipun hujan sudah mengguyur sejak beberapa hari lalu, beberapa titik di tempat belanja dan kuliner pun ramai dikunjungi pada liburan kali ini.
Berdasarkan pantauan Koran Sindo, di beberapa titik kunjungan Jalan Setia budi hingga arah Lembang dipadati kendaraan dan orang yang berlalu lalang menuju factory outlet (FO). Pemandangan serupa pun terlihat di Jalan Ir H Djuanda dan Jalan RE Martadinata. Sementara untuk merayakan liburan Natal dan Tahun Baru 2012, empat factory outlet (FO) di Kota Bandung menggelar promo diskon belanja sampai 70 persen.
Keempat FO tersebut antara lain FO Fashion World, Happening, Level, dan Glamour. Marketing Communication TNT Group Raka Zaipul mengungkapkan, semua promo belanja dilakukan untuk menyambut para wisatawan domestik dan asing yang berlibur di Kota Bandung pada akhir tahun ini. Terbukti, sejak dimulai pekan ini, kunjungan wisatawan meningkat pesat.
“Ada peningkatan yang cukup signifikan untuk pengunjung yang datang ke FO kami. Rata-rata memang wisatawan asing dari Malaysia, Singapura, dan Timur Tengah. Sementara untuk wisatawan domestik banyak dari luar Jawa,” ungkap Raka.
Ketua DPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat Herman Muchtar mengatakan, tingkat hunian (okupansi) hotel di Jabar menjelang akhir 2011 hingga perayaan malam Tahun Baru 2012 diharapkan mampu mencapai 75 persen.
“Target okupansi akhir tahun 2011 serta menyambut tahun baru 2012 di Jabar mencapai 75 persen. Untuk tahun lalu hanya mencapai 71 persen,” sebut Muchtar. Sementara itu, tempat wisata seperti Kebun Binatang Bandung di Jalan Tamansari dan Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani di Jalan Sumatera, juga disesaki pengunjung.
Situasi ini menyebabkan antrean panjang kendaraan sepanjang siang kemarin. Kemacetan terjadi di Jalan Sukajadi, Pasteur, RE Martadinata (Riau), Djuanda (Dago), Siliwangi, Cihampelas, Cipaganti, Otto Iskandardinata (Otista), Gatot Subroto, Laswi, Setiabudi, Jalan layang Pasupati.
Sementara itu, untuk tingkat hunian penginapan seperti vila dan hotel di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, juga hampir semuanya penuh. Meski demikian ada beberapa hotel kelas melati yang masih kosong.
Ketua Bidang Sumber Daya Manusia Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor Dedi Maulana mengatakan, kenaikan pengunjung sepekan menjelang pergantian tahun mencapai 90 persen jika dibandingkan bulan lalu. “Itu berdasarkan data di beberapa hotel berbintang seperti Grand Ussu dan Seruni, sudah banyak yang penuh untuk Natal dan Tahun Baru,” jelasnya.
Menurutnya, warga yang memesan penginapan itu sebagian besar berasal dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). “Ya, sebagian besar pengunjung yang hendak menginap saat Natal dan Tahun Baru di kawasan Puncak berasal dari Jabodetabek,” jelasnya. Hal senada diungkapkan Supriatna, pengelola Hotel Jaya II, Cisaru, Kabupaten Bogor. Menurutnya, dari 50 kamar yang tersedia sudah lebih dari 40 persen yang dipesan sejak sebulan lalu.
“Saat pergantian tahun, kondisi seperti ini sudah biasa. Soalnya Puncak hingga saat ini masih menjadi tempat tujuan untuk menghabiskan akhir pekan atau libur panjang pergantian tahun,” katanya. Sementara itu, untuk menarik minat pengunjung, sejumlah hotel menyediakan fasilitas pendukung seperti karaoke, kolam renang, dan hiburan lainnya. “Kita juga mempersiapkan tempat bermain anak,” jelasnya.
Kondisi serupa dialami sejumlah pengelola vila di kawasan Puncak. Ridwan, pengelola vila di Desa Citeko, Cisarua, menuturkan sudah banyak yang memesan untuk Natal dan Tahun Baru. Bahkan untuk meraup untung saat pergantian tahun, pihaknya sudah menaikkan harga sewa vila dari harga biasanya. “Meski belum penuh, tiga dari sembilan vila yang tersedia sudah dipesan dan tarif yang kami kenakan sebesar Rp1 juta atau naik dari hari biasanya Rp500 ribu,” jelasnya.
Secara terpisah, Kapolda Banten Brigjen Pol Eko Hadi Sutedjo meminta agar organisasi masyarakat (ormas) tidak melakukan aksi sweeping tempat hiburan tanpa seizin pihak kepolisian saat perayaan Natal dan Tahun Baru 2012. Ini dilakukan untuk menghindari terjadinya tindak anarki. “Larangan ini dilakukan untuk menghindari terjadinya tindak anarki,” katanya.
Berdasarkan pantauan Koran Sindo, di beberapa titik kunjungan Jalan Setia budi hingga arah Lembang dipadati kendaraan dan orang yang berlalu lalang menuju factory outlet (FO). Pemandangan serupa pun terlihat di Jalan Ir H Djuanda dan Jalan RE Martadinata. Sementara untuk merayakan liburan Natal dan Tahun Baru 2012, empat factory outlet (FO) di Kota Bandung menggelar promo diskon belanja sampai 70 persen.
Keempat FO tersebut antara lain FO Fashion World, Happening, Level, dan Glamour. Marketing Communication TNT Group Raka Zaipul mengungkapkan, semua promo belanja dilakukan untuk menyambut para wisatawan domestik dan asing yang berlibur di Kota Bandung pada akhir tahun ini. Terbukti, sejak dimulai pekan ini, kunjungan wisatawan meningkat pesat.
“Ada peningkatan yang cukup signifikan untuk pengunjung yang datang ke FO kami. Rata-rata memang wisatawan asing dari Malaysia, Singapura, dan Timur Tengah. Sementara untuk wisatawan domestik banyak dari luar Jawa,” ungkap Raka.
Ketua DPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat Herman Muchtar mengatakan, tingkat hunian (okupansi) hotel di Jabar menjelang akhir 2011 hingga perayaan malam Tahun Baru 2012 diharapkan mampu mencapai 75 persen.
“Target okupansi akhir tahun 2011 serta menyambut tahun baru 2012 di Jabar mencapai 75 persen. Untuk tahun lalu hanya mencapai 71 persen,” sebut Muchtar. Sementara itu, tempat wisata seperti Kebun Binatang Bandung di Jalan Tamansari dan Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani di Jalan Sumatera, juga disesaki pengunjung.
Situasi ini menyebabkan antrean panjang kendaraan sepanjang siang kemarin. Kemacetan terjadi di Jalan Sukajadi, Pasteur, RE Martadinata (Riau), Djuanda (Dago), Siliwangi, Cihampelas, Cipaganti, Otto Iskandardinata (Otista), Gatot Subroto, Laswi, Setiabudi, Jalan layang Pasupati.
Sementara itu, untuk tingkat hunian penginapan seperti vila dan hotel di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, juga hampir semuanya penuh. Meski demikian ada beberapa hotel kelas melati yang masih kosong.
Ketua Bidang Sumber Daya Manusia Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor Dedi Maulana mengatakan, kenaikan pengunjung sepekan menjelang pergantian tahun mencapai 90 persen jika dibandingkan bulan lalu. “Itu berdasarkan data di beberapa hotel berbintang seperti Grand Ussu dan Seruni, sudah banyak yang penuh untuk Natal dan Tahun Baru,” jelasnya.
Menurutnya, warga yang memesan penginapan itu sebagian besar berasal dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). “Ya, sebagian besar pengunjung yang hendak menginap saat Natal dan Tahun Baru di kawasan Puncak berasal dari Jabodetabek,” jelasnya. Hal senada diungkapkan Supriatna, pengelola Hotel Jaya II, Cisaru, Kabupaten Bogor. Menurutnya, dari 50 kamar yang tersedia sudah lebih dari 40 persen yang dipesan sejak sebulan lalu.
“Saat pergantian tahun, kondisi seperti ini sudah biasa. Soalnya Puncak hingga saat ini masih menjadi tempat tujuan untuk menghabiskan akhir pekan atau libur panjang pergantian tahun,” katanya. Sementara itu, untuk menarik minat pengunjung, sejumlah hotel menyediakan fasilitas pendukung seperti karaoke, kolam renang, dan hiburan lainnya. “Kita juga mempersiapkan tempat bermain anak,” jelasnya.
Kondisi serupa dialami sejumlah pengelola vila di kawasan Puncak. Ridwan, pengelola vila di Desa Citeko, Cisarua, menuturkan sudah banyak yang memesan untuk Natal dan Tahun Baru. Bahkan untuk meraup untung saat pergantian tahun, pihaknya sudah menaikkan harga sewa vila dari harga biasanya. “Meski belum penuh, tiga dari sembilan vila yang tersedia sudah dipesan dan tarif yang kami kenakan sebesar Rp1 juta atau naik dari hari biasanya Rp500 ribu,” jelasnya.
Secara terpisah, Kapolda Banten Brigjen Pol Eko Hadi Sutedjo meminta agar organisasi masyarakat (ormas) tidak melakukan aksi sweeping tempat hiburan tanpa seizin pihak kepolisian saat perayaan Natal dan Tahun Baru 2012. Ini dilakukan untuk menghindari terjadinya tindak anarki. “Larangan ini dilakukan untuk menghindari terjadinya tindak anarki,” katanya.
()