India pasar terbesar CPO Indonesia

Rabu, 28 Desember 2011 - 08:46 WIB
India pasar terbesar...
India pasar terbesar CPO Indonesia
A A A
Sindonews.com – Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) memperkirakan India masih menjadi pasar ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) Indonesia terbesar pada 2012.

DMSI berasumsi bahwa India masih akan tetap menjadi pembeli terbanyak CPO Indonesia pada tahun depan.

”Berdasarkan data, permintaan CPO oleh India pada 2012 sebanyak 7,1 juta ton sehingga ekspor Indonesia ke negara itu juga tetap terbanyak dari produksi nasional tahun depan yang diperkirakan mencapai 25,9 juta ton,” kata Wakil Ketua I DMSI Derom Bangun, di Medan, kemarin.

Adapun permintaan India 7,1 juta ton pada 2012 itu naik dari 2011 yang sebesar 6,750 juta ton. Sedangkan, produksi CPO Indonesia pada 2012 sebesar 25,9 juta ton atau naik dari 2011 yang masih 24,1 juta ton.

”Setelah India, ekspor CPO Indonesia terbesar adalah ke China dan Uni Eropa yang juga akan mengalami kenaikan permintaan,” ujarnya.

Impor CPO China pada 2012 naik dari 5,950 juta ton pada 2011 menjadi 6,650 juta ton. Sedangkan, Uni Eropa dari 5,1 juta ton pada 2011 menjadi 5,6 juta ton pada 2012.

”Tiga negara itu memang masih menjadi pasar terbesar CPO Indonesia meski sejumlah produsen nasional sudah mulai memperluas pangsa pasarnya ke negara lain, seperti Timur Tengah,”katanya.

Derom menegaskan, ekspor ke pasar baru memang harus ditingkatkan agar tidak terlalu tergantung pasar lama sekaligus untuk meningkatkan volume ekspor.

”Meski ada prediksi harga rata-rata CPO turun pada 2012 akibat krisis di Amerika dan Eropa ,tetapi harga dan prospek perdagangan komoditas itu, termasuk produk turunannya, masih akan bagus,” katanya.

Harga rata-rata CPO pada 2012 diperkirakan sebesar USD1.050 per ton dari harga 2011 yang di kisaran USD1.100 per ton. Namun, pada pertengahan 2012 harga diperkirakan naik tajam menjadi sekitar USD1.200 per ton.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apaksindo) Anizar Simanjuntak berharap, pemerintah bisa mendorong peningkatan volume ekspor termasuk harga jual agar petani merasakan dampak positif.

”Volume dan harga ekspor CPO sangat berpengaruh besar pada harga TBS (tandan buah segar). Kalau volume dan harga ekspor naik, harga TBS juga ikut terdongkrak naik dan sebaliknya,” katanya.

Petani sangat berharap harga TBS naik karena produksi rakyat pada tahun depan akan cenderung turun akibat faktor tanaman yang sudah tua serta akibat cuaca yang masih ekstrim.

“Kalau harga naik, produksi yang turun masih tidak dirasakan petani,” katanya.

Selain mendorong peningkatan volume dan harga ekspor, pemerintah diharapkan segera merevisi Peraturan Menteri Pertanian No 17 tahun 2010 tentang Pedoman Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Produksi Pekebun.

Menurut dia, hingga saat ini tandan buah segar sawit petani dengan berbagai jenis mutu tetap dibeli oleh pabrikan dan dikenakan pemotongan harga hingga lima persen.

Kebijakan pabrikan itu jelas merugikan petani karena petani tidak pernah mengetahui apakah mutu hasil panennya sesuai ketentuan atau tidak.

Petani juga dirugikan dari pemotongan harga sebesar lima persen dan tidak pernah mendapat insentif sebesar empat persen jika mutunya bagus seperti yang diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian No 17 tahun 2010.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
RANS Resmi Jadi Perusahaan...
RANS Resmi Jadi Perusahaan Terbuka, Investor Sambut Positif Debut di Bursa
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
4 jam yang lalu
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
4 jam yang lalu
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
5 jam yang lalu
Promo Spesial BRI Kartu...
Promo Spesial BRI Kartu Kredit: Jalan-Jalan Lebih Hemat Rp125.000 di tiket.com!
5 jam yang lalu
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
5 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved