Kebutuhan SDM perbankan syariah makin tinggi
Rabu, 28 Desember 2011 - 10:18 WIB
Kebutuhan SDM perbankan syariah makin tinggi
A
A
A
Sindonews.com – Kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di perbankan syariah tiap tahun terus mengalami peningkatan seiring dengan tumbuhnya unit-unit usaha berbasis syariah.
Pada 2005 bank syariah berjumlah 22 dan per September 2011 telah meningkat menjadi 33 unit. Direktur Utama Bank BNI Syariah Rizqullah mengatakan, perkembangan jumlah unit perbankan syariah seolah tak tertahan. Minat masyarakat terhadap perbankan dengan nafas ekonomi Islam itu makin tinggi.
Sebaliknya, jumlah bank umum yang pada 2005 sebanyak 131 unit turun menjadi 120 unit per September 2011. Dia mengungkapkan, pangsa pasar perbankan syariah masih sekitar empat persen. ”Tantangan yang dihadapi oleh perbankan syariah itu soal pemenuhan SDM (sumber daya manusia). Mahasiswa lulusan program syariah masih jarang,” ujarnya di sela-sela workshop tentang ekonomi syariah di IAIN Sunan Ampel, Surabaya, kemarin.
Dia menambahkan, pada 2005 jumlah pegawai di bank syariah sebanyak 3.500 orang. Sementara, per September 2011 melonjak tajam menjadi 26.397 orang. Sedangkan, jumlah pegawai di BNI Syariah pada 2005 masih di bawah 500 orang. Per Desember 2011 naik menjadi 1.400 orang. Rizqullah menjelaskan, pada 2011 ini BNI Syariah sudah menambah sebanyak 500 orang pegawai.
”Tahun depan kami akan menambah 1.000 orang pegawai lagi. Targetnya, tahun 2012 jumlah pegawai akan mencapai 2.700 orang,” katanya.
Selama ini, untuk pemenuhan kebutuhan pegawai, BNI Syariah masih menerima mahasiswa dengan status sarjana ekonomi konvensional. Hal ini disebabkan lulusan ekonomi syariah masih sangat terbatas. Setelah diterima, pegawai baru akan menjalani karantina terlebih dulu untuk mendapatkan pendidikan mengenai sistem perbankan syariah.
Diketahui, kinerja perbankan syariah nasional terus tumbuh. Pada 2002 total aset hanya Rp50 triliun, sedangkan per November 2011 naik menjadi Rp130 triliun. Sedangkan, total aset BNI Syariah per November 2011 mencapai Rp8 triliun dengan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp7 triliun. Tahun depan, DPK ditargetkan naik hingga 30 persen.
Sementara, Pembantu Rektor I IAIN Sunan Ampel Abdul A’la mengakui bahwa perkembangan perbankan syariah cukup pesat. Sayangnya SDM yang tersedia masih kurang. Sehingga, IAIN Sunan Ampel berupaya terus meningkatkan kualitas pendidikan dan kurikulum di Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Syariah.
”Program ini akan menjadi program unggulan dan akan terus kami kembangkan. Booming ekonomi syariah cukup memberi warna pada pasar perbankan, dan kami ingin memberi nilai pada ekonomi syariah,” katanya. (ank)
Pada 2005 bank syariah berjumlah 22 dan per September 2011 telah meningkat menjadi 33 unit. Direktur Utama Bank BNI Syariah Rizqullah mengatakan, perkembangan jumlah unit perbankan syariah seolah tak tertahan. Minat masyarakat terhadap perbankan dengan nafas ekonomi Islam itu makin tinggi.
Sebaliknya, jumlah bank umum yang pada 2005 sebanyak 131 unit turun menjadi 120 unit per September 2011. Dia mengungkapkan, pangsa pasar perbankan syariah masih sekitar empat persen. ”Tantangan yang dihadapi oleh perbankan syariah itu soal pemenuhan SDM (sumber daya manusia). Mahasiswa lulusan program syariah masih jarang,” ujarnya di sela-sela workshop tentang ekonomi syariah di IAIN Sunan Ampel, Surabaya, kemarin.
Dia menambahkan, pada 2005 jumlah pegawai di bank syariah sebanyak 3.500 orang. Sementara, per September 2011 melonjak tajam menjadi 26.397 orang. Sedangkan, jumlah pegawai di BNI Syariah pada 2005 masih di bawah 500 orang. Per Desember 2011 naik menjadi 1.400 orang. Rizqullah menjelaskan, pada 2011 ini BNI Syariah sudah menambah sebanyak 500 orang pegawai.
”Tahun depan kami akan menambah 1.000 orang pegawai lagi. Targetnya, tahun 2012 jumlah pegawai akan mencapai 2.700 orang,” katanya.
Selama ini, untuk pemenuhan kebutuhan pegawai, BNI Syariah masih menerima mahasiswa dengan status sarjana ekonomi konvensional. Hal ini disebabkan lulusan ekonomi syariah masih sangat terbatas. Setelah diterima, pegawai baru akan menjalani karantina terlebih dulu untuk mendapatkan pendidikan mengenai sistem perbankan syariah.
Diketahui, kinerja perbankan syariah nasional terus tumbuh. Pada 2002 total aset hanya Rp50 triliun, sedangkan per November 2011 naik menjadi Rp130 triliun. Sedangkan, total aset BNI Syariah per November 2011 mencapai Rp8 triliun dengan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp7 triliun. Tahun depan, DPK ditargetkan naik hingga 30 persen.
Sementara, Pembantu Rektor I IAIN Sunan Ampel Abdul A’la mengakui bahwa perkembangan perbankan syariah cukup pesat. Sayangnya SDM yang tersedia masih kurang. Sehingga, IAIN Sunan Ampel berupaya terus meningkatkan kualitas pendidikan dan kurikulum di Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Syariah.
”Program ini akan menjadi program unggulan dan akan terus kami kembangkan. Booming ekonomi syariah cukup memberi warna pada pasar perbankan, dan kami ingin memberi nilai pada ekonomi syariah,” katanya. (ank)
()