Bisnis broadband diprediksi tumbuh 40%

Rabu, 28 Desember 2011 - 10:48 WIB
Bisnis broadband diprediksi...
Bisnis broadband diprediksi tumbuh 40%
A A A
Sindonews.com - PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk (TLKM) memprediksi, bisnis berbasis broadband berpotensi tumbuh sekitar 40 persen pada 2012. Sementara, bisnis telekomunikasi dan informasi 2012 hanya tumbuh di kisaran angka satu digit.

“Pertumbuhan bisnis telekomunikasi dan informasi pada 2012 masih di kisaran angka satu digit karena industri ini sudah memasuki tahap mature,” kata Head of Corporate Communication and Affair Telkom Eddy Kurnia kepada Koran Sindo di Jakarta kemarin.

Lebih lanjut Eddy menjelaskan, penetrasi konektivitas (connectivity) saat ini sudah di atas 100 persen dari populasi penduduk Indonesia. Karena itu, fokus bisnis operator tahun ini dan tahun depan sudah mulai beralih dari suara (voice) ke data, gambar dan video atau ke layanan triple play, bahkan multiplay.

Melihat kondisi ini, Eddy menuturkan, perusahaan telekomunikasi pelat merah tersebut telah melakukan transformasi bisnis pada Oktober 2009, dari fixed, mobile, multimedia menjadi telecommunication, information, media & edutainment (TIME).

Adapun, strategi yang diterapkan perseroan dengan memperkuat legacy business dan mempercepat pertumbuhan bisnis newwave. Dilihat dari prospeknya, Eddy memprediksi, legacy business dengan basis telekomunikasi akan tumbuh satu digit, sedangkan newwave melalui produk information, media & edutainment (IME) dengan basis broadband akan tumbuh sekitar 40 persen.

“Kendati secara nominal kontribusi produk IME ini belum mampu menggantikan telecommunication, ke depan itu (IME) yang memberikan harapan besar,” tandas dia.

Sementara, itu Fitch Rating sebelumnya memproyeksikan, prospek sektor telekomunikasi di Indonesia masih stabil pada tahun depan meski ketatnya kompetisi dalam bisnis ini akan menggerus margin keuntungan operator.

Adapun, operator dalam negeri, seperti PT Telkom Tbk, PT Indosat Tbk, PT XL Axiata Tbk dan PT Bakrie Telecom Tbk, masih akan menguasai 90 persen pasar telekomunikasi Indonesia. Direktur Tim Associate Fitch Any Sirapurna mengatakan, pertumbuhan pelanggan dan sewa infrastruktur cenderung mendukung pertumbuhan pendapatan.

“Kami mengharapkan, perusahaan telekomunikasi melakukan diversifikasi ke layanan yang memberikan nilai tambah lebih banyak guna mengompensasi penurunan pendapatan dari suara dan SMS,”tutur dia.

Mengenai smartphone dan tablet, diperkirakan penetrasinya lebih rendah,hingga harga produk turun ke harga yang lebih terjangkau masyarakat.

Sementara, untuk transformasi komputasi awan (cloud computing) akan menjadi semakin penting pada tahun depan karena pergerakan ekonomi yang tidak stabil di sejumlah negara. Melihat kondisi ekonomi tersebut, perusahaan harus merampingkan operasi bisnisnya seefisien mungkin.

Namun, pengumuman Infocomm Development Authority (IDA) Singapura baru-baru ini terkait biaya komputasi awan di bawah productivity and innovation credit (PIC) akan membantu meningkatkan tingkat adopsi komputasi awan oleh perusahaan.

Sementara, data indeks kesiapan komputasi awan yang dikeluarkan Asia Cloud Association mencerminkan kesenjangan dalam perlindungan data di Asia. Country Manager EMC Indonesia Adi Rusli mengatakan, pemerintah di seluruh Asia akan memberi perhatian khusus dalam mengartikulasikan aturan industri dalam menerapkan komputasi awan dan mengembangkan seperangkat pedoman serta kerangka keamanan yang relevan.

Dia memperkirakan, pertumbuhan informasi dunia akan eksponensial seiring meningkatnya pengguna media sosial, seperti Twitter dan Facebook, serta banyaknya perangkat cerdas. Adapun, yang menjadi prioritas EMC pada tahun depan adalah data besar.“Kami melihat momentum dan minat pada data besar berlanjut di 2012,” kata dia.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
RANS Resmi Jadi Perusahaan...
RANS Resmi Jadi Perusahaan Terbuka, Investor Sambut Positif Debut di Bursa
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
4 jam yang lalu
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
4 jam yang lalu
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
5 jam yang lalu
Promo Spesial BRI Kartu...
Promo Spesial BRI Kartu Kredit: Jalan-Jalan Lebih Hemat Rp125.000 di tiket.com!
5 jam yang lalu
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
5 jam yang lalu
Infografis
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved