Harga pangan terkendali, inflasi 2011 aman!

Senin, 02 Januari 2012 - 13:10 WIB
Harga pangan terkendali,...
Harga pangan terkendali, inflasi 2011 aman!
A A A
Sindonews.com - Kenaikan sejumlah bahan pangan pokok masih menjadi faktor pendorong terjadinya inflasi di bulan Desember 2011 yaitu sebesar 0,57 persen.

Bahan makanan menyumbang inflasi sebesar 1,62 persen sehingga inflasi tahun kalender dan year on year sebesar 3,64 persen.

Sementara itu, di posisi kedua diikut oleh makanan, minuman rokok dan tembakau, dengan inflasi tahunan sebesar 0,09 persen.

Meski begitu, jika dibandingkan tahun sebelumnya tekanan dari bahan pangan mengalami penurunan drastis, dari 3,50 persen di 2010, menjadi 0,84 persen di 2011. Sementara makanan, minuman rokok dan tembakau, tercatat sebesar 2,23 persen pada 2010, sementara untuk 2011 menjadi 0,78 persen.

"Sedangkan untuk inflasi tahun kalender (periode Januari sampai dengan Desember) inflasi berada di kisaran 3,79 persen, dan year on year (yoy) berada di kisaran 3,79 persen," ungkap Pelaksana Tugas Harian (Plt) BPS Suryamin di acara pengumuman angka inflasi di Kantor Pusat BPS, Pasar Baru, Jakarta (2/1/2011).

Sementara untuk inflasi inti Desember, tercatat berada di kisaran 0,28 persen dengan inflasi inti tahun kalender dan inflasi inti year on year berada di kisaran 4,34 persen.

Di bulan Desember, dari 66 kota Indeks Harga Konsumsi (IHK), seluruhnya mengalami inflasi. "Inflasi tertinggi di kupang dengan 2,19 persen, sedangkan yang terendah terjadi di Tanjung Pinang 0,02 persen," tutur dia.

Selain itu, BPS mencatatkan laju inflasi dari harga bergejolak (volatiled) tahun kalender sebesar 3,37 persen, dengan year on year 3,57 persen dan inflasi harga diatur pemerintah sebesar 2,78 persen.

Pemerintah sendiri mematok target inflasi di kisaran 5,7 persen untuk 2011 ini, sementara Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi akan berada di angka lima plus minus satu persen.

Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang menuturkan, inflasi secara keseluruhan sepanjang 2011 sebesar 3,79 persen. "Itu di bawah target pemerintah yang sebesar 5,65 persen," jelas dia.

Rendahnya tekanan IHK alias inflasi tahunan 2011 di angka 3,79 persen, menurut Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Bambang PS Brojonegoro merupakan pencapaian terbaik Indonesia pasca krisis moneter di 1998 dan terjadi ketika pertumbuhan cukup tinggi pada (kisaran) kira-kira 6,5 persen.

Menurutnya banyak faktor yang mempengaruhi yang menyebabkan rendahnya tekanan inflasi pada 2011. Mulai dari kestabilan harga pangan yang tetap terjaga di 2011 lalu. Serta keputusan pemerintah untuk tidak melakukan penyesuaian alias kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. "Serta inflasi inti yang terkendali," tukas dia. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
4 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
5 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
5 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
5 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
5 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
6 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved