Sulap perca jadi boneka kostum berbagai Negara

Sabtu, 07 Januari 2012 - 10:43 WIB
Sulap perca jadi boneka...
Sulap perca jadi boneka kostum berbagai Negara
A A A
Sindonews.com - Berlatar belakang hobi, Irina Suharto, seorang crafter, akhirnya terdorong membuka usaha boneka lucu yang diberi label Irina Handmade Doll. Uniknya, kreasi boneka buatannya itu identik dengan busana Nusantara dan mancanegara.

“Untuk boneka, saya memang ingin menampilkan busana provinsi dan berbagai negara yang ada. Sehingga setiap orang yang memilikinya tidak hanya senang, tapi juga merasa bangga,” ungkap ibu muda satu anak ini. Ciri boneka kreasi Irina memiliki muka yang sama, namun dibalut dengan busana-busana daerah masing-masing negara. Dari Indonesia misalnya, ada beberapa boneka dengan pakaian adat khas Jawa Barat seperti kebaya.

Balutan busana yang kerap dipakai mojang-mojang Sunda ini tersemat manis dan lucu di dalam boneka. “Untuk bawahannya, saya terapkan juga sinjang batik serta kerudung maupun selendang yang menghiasi kepala,” tutur perempuan bertubuh mungil ini. Sementara dari India, Irina membuat boneka yang dilengkapi dengan busana sari. Untuk Belanda, boneka tampil bak noni Belanda dengan kostum klasik bergaya Volendam. “Saya juga buat boneka dengan pakaian khas Meksiko dan Brunei Darussalam,” katanya.

Sejak tahun 2005, dalam memperkenalkan kreasi tangannya, Irina mulai mengikuti beberapa festival dan pameran. Bukan hanya itu, karena antusiasme pencinta boneka tinggi, dia juga sempat membuka outlet di Paris Van Java (PVJ) Mal. Boneka-boneka lucu Irina juga kerap kali diperkenalkan dalam pameran kelas internasional. Sebut saja di Brunei Darussalam, India, Jepang, Myanmar, Turki, hingga Belanda.

“Saya tidak menyangka banyak yang tertarik dengan boneka handmade ini, terutama dengan boneka berkostum tradisional,” tutur alumnus Jurusan Sekretaris Institut Teknologi Bandung (ITB) ini. Keunikan lainnya yang tersimpan pada kostum boneka buatan Irina adalah aplikasi yang terbuat dari kain perca. Menurut Irina, potongan sisa kain atau perca tidaklah harus dibuang, karena potongan-potongan kain tersebut bisa menjadi barang yang memiliki nilai tinggi.

“Apalagi jika diolah dengan model yang menarik, dijamin akan banyak orang yang melirik,” ungkapnya. Meski dibuat dari kain perca, Irina berani memadukan warna dan motif yang menarik. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
21 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved