Naikkan harga lebih efektif dari batasi BBM bersubsidi

Sabtu, 07 Januari 2012 - 16:51 WIB
Naikkan harga lebih...
Naikkan harga lebih efektif dari batasi BBM bersubsidi
A A A
Sindonews.com - Kebijakan pemerintah dalam membatasi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dinilai kurang efektif. Adapun, kebijakan menaikkan harga BBM akan lebih efektif.

"Instrumen harga jauh lebih efektif daripada berputar-putar dengan teori yang dilakukan," ujar Anggota Pengurus Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi dalam acara Polemik Sindo Radio, di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (7/1/2012).

Menurutnya, jika pemerintah tetap dengan kebijakan membatasi BBM bersubsidi yang rencananya akan dimulai 1 April 2012 nanti berdampak terjadinya distorsi ekonomi.

"Jika dampak dari kenaikan BBM kan sebenarnya sudah kelihatan ya, dan selama ini secara sosial juga masyarakat pernah merasakannya, jadi kurang lebih antisipasi dari permasalahan ini bisa dilakukan. Daripada melakukan pembatasan," ungkapnya.

Dirinya juga menambahkan bahwa Pemerintah belum menyiapkan prasarana yang memadai untuk mendukung kebijakan ini. "Kalau pemerintah ingin membatasi BBM bersubsidi di lapangan, akan sangat menyulitkan pengguna. Selain dia harus menggunakan Pertamax, tetapi ketidaksiapan prasarana juga sangat mengganggu," ujarnya.

Dimana pembatasan penggunaan BBM bersubsidi akan berdampak cukup besar, terutama bagi masyarakat kelas menengah pengguna kendaraan pribadi. Opsi pemilihan transportasi umum pun menjadi diragukan untuk bulan April mendatang.

"Dalam waktu satu sampai tiga tahun kedepan akan ada sekitar 8 juta kendaraan yang akan dikonversi ke BBG dan bulan April ini target itu akan sulit dicapai. Serta pemilihan untuk transportasi umum jadi pertanyaan besar untuk kita semua," ungkap Wakil Direktur Reforminer Institut Komaidi Notonegoro.

Dia menambahkan menurut hasil survei, tahun 2005 minat masyarakat untuk memanfaatkan transportasi umum sebesar 35 persen, namun di tahun 2011 lalu minat masyarakat tersebut berkurang menjadi 12 persen.

Namun Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo masih tetap menghimbau masyarakat pengguna kendaraan pribadi berbahan bakar jenis premium untuk menggunakan transportasi umum.

"Sebenarnya di beberapa waktu saya sering naik busway lho, cuman tidak ketahuan saja dan sebelum jadi wakil menteri saya sering juga naik busway dan naik kopaja, sekarang pun kalau tidak ada agenda menghadap presiden atau tidak sangat sibuk saya akan naik busway lagi," ujarnya sambil tersenyum. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
41 menit yang lalu
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
1 jam yang lalu
Pegadaian Gelar Literasi...
Pegadaian Gelar Literasi Keuangan dan Investasi Emas di Kemendes PDT
1 jam yang lalu
RupiahCepat dan Bank...
RupiahCepat dan Bank DBS Kolaborasi Perluas Akses Pembiayaan
1 jam yang lalu
Bahlil Beberkan soal...
Bahlil Beberkan soal Rencana Pembentukan Bursa Mineral Indonesia
2 jam yang lalu
Pakar Ingatkan Galon...
Pakar Ingatkan Galon Guna Ulang Jangan Dipakai Lebih dari Setahun
3 jam yang lalu
Infografis
Konsumsi Gula Harian...
Konsumsi Gula Harian Jangan Lebih dari 6 Sendok Teh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved