Minim infrastruktur, BlackBerry ogah investasi di Indonesia

Minggu, 08 Januari 2012 - 11:11 WIB
Minim infrastruktur,...
Minim infrastruktur, BlackBerry ogah investasi di Indonesia
A A A
Sindonews.com - Produsen BlackBerry yang hingga saat ini masih belum mau berinvestasi di Indonesia. Penyebabnya, karena tidak siapnya infrastruktur yang ada di negara ini. Infrastruktur yang berantakan ini terjadi karena dana anggaran pemerintah habis untuk subsidi.

"Pengusaha mencari tempat yang available. Kalau memang available mereka pasti datang (BlackBerry)," ungkap Anggota Komisi VII DPR Mardani Ali Sera dalam acara Polemik Sindo Radio, di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu 7 Januari 2012.

Menurutnya, ketidaksiapan infrastruktur ini sangat mencekik pengusaha karena menjadi beban biaya yang sangat besar bagi pengusaha dalam mengelola bisnisnya. Imbasnya, konsumen juga yang akan menanggungnya, semua menjadi lebih mahal.

"Dan contoh lain UMR. UMK Bekasi tertinggi, pengusaha teriak karena tidak mampu. Pemerintah lalai infrastruktur, karena subsidi salah arah," tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Menko Perekonomian Hatta Rajasa pernah mengatakan bila tidak dipilihnya Indonesia oleh produsen BlackBerry, Research In Motion (RIM) untuk investasi jangan ditanggapi seperti orang kebakaran jenggot. Yang harus dilakukan adalah memperbaiki iklim investasi Indonesia untuk ke depannya.

"Pada akhirnya BlackBerry tidak memilih kita, jangan ngambek. Jangan kebakaran jenggot, sudahlah," ungkap Hatta beberapa waktu lalu.

Walaupun demikian, Hatta mengatakan, kalau peluang BlackBerry untuk investasi di Indonesia masih ada, karena memang pangsa pasar Indonesia yang cukup luas. "Saya kira peluang untuk itu masih ada, bukan hanya RIM loh, Iphone sudah meningkat juga," pungkasnya. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
5 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
5 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
5 jam yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
6 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
6 jam yang lalu
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
6 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved