AKR Corporindo siapkan Rp1,3 triliun

Minggu, 08 Januari 2012 - 11:22 WIB
AKR Corporindo siapkan...
AKR Corporindo siapkan Rp1,3 triliun
A A A
Sindonews.com - PT AKR Corporindo Tbk menganggarkan sebesar Rp1,2 triliun—Rp1,3 triliun untuk belanja modal tahun ini. Sebagian besar belanja modal tersebut akan dialokasikan untuk melanjutkan pembangunan terminal bahan bakar dan tanker yang sudah dimulai perseroan sejak 2010.

"Sekitar USD100 juta digunakan AKR untuk menyelesaikan pembangunan. Rencananya selesai tahun ini," ujar Direktur AKR Corporindo Suresh Vembu saat dihubungi, Jumat 6 Januari 2012.

Suresh menambahkan, sisa dana sebesar Rp300 miliar akan dikucurkan untuk beberapa anak usaha perseroan. Dana tersebut nantinya dialokasikan untuk pembangunan infrastuktur guna menunjang operasi utama perseroan.

Nilai belanja modal tahun ini, dijelaskannya, masih mungkin bertambah seiring rencana perseroan menjadi pemegang saham mayoritas di PT Jabal Nor. Pada bulan lalu AKR telah menggelontorkan dana Rp24,29 miliar untuk membeli 48.575 saham baru Jabal Nor, atau setara dengan 33,5 persen kepemilikan.

Distributor produk energi ini berencana menambah porsi kepemilikan sahamnya di Jabal Nor, tahun ini. Menurut Suresh, pada kuartal I tahun ini, perseroan akan menjadi pemegang saham mayoritas di Jabal Nor.

"Kami masih hitung kebutuhan dana untuk itu," jelasnya.

Adapun, berdasarkan laporan keuangan sembilan bulan pertama tahun ini, kas dan setara kas AKR mencapai Rp1,32 triliun. Sehingga, perseroan akan mengandalkan dana internal sebagai sumber pembiayaan tunggal capex tahun ini.

Integrasi bisnis, Suresh memperkirakan akan mendongkrak pendapatan perseroan hingga Rp21 triliun-Rp22 triliun tahun ini. Dia menjelaskan, pendapatan akhir tahun AKR pada 2011 mencapai Rp18 triliun—Rp18,5 triliun, dan akan meningkat 20%—25% tahun ini.

Suresh optimistis target itu akan bisa dicapai perseroan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2012 yang diproyeksikan mencapai 6,7 persen serta kebijakan subsidi BBM pemerintah disebutnya menjadi faktor pendukung pertumbuhan pendapatan perseroan.

"Berbeda dengan batu bara, harga bahan bakar minyak akan terus naik karena penyerapan domestik yang bagus," jelasnya.

Sementara itu, untuk laba bersih, Suresh belum mau bicara banyak karena masih dalam perhitungan manajemen. Meski begitu, dia menyebutkan, tahun lalu laba bersih perseroan tumbuh di kisaran 80-90 persen dibandingkan laba bersih 2010 sebesar Rp312 miliar. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
49 menit yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
1 jam yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
1 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
2 jam yang lalu
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
2 jam yang lalu
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
2 jam yang lalu
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved