PT DI mampu produksi converter kit berkualitas

Rabu, 11 Januari 2012 - 12:40 WIB
PT DI mampu produksi...
PT DI mampu produksi converter kit berkualitas
A A A
Sindonews.com - PT Dirgantara Indonesia (DI) yakin mampu memproduksi converter kit dan menjamin kualitas produk sesuai dengan standar mutu keamanan. Produksi besar-besaran alat yang berfungsi mengubah bahan bakar minyak (BBM) menjadi bahan bakar gas (BBG) ini akan mendongkrak pendapatan perusahaan.

Menurut Kepala Humas PT DI Rakhendi Triyatna, BUMN mampu merancang sekaligus memproduksi converter kit untuk memenuhi kebutuhan pemerintah dalam upaya mendukung program konvensi BBM ke gas yang mulai digulirkan pada 1 April 2012. PT DI akan menjamin kualitas converter kit sesuai standar kelayakan.

“Kami mampu menjamin kualitas produk converter kit buatan PT DI,” ujar Rakhendi di Bandung, Rabu (11/1/2012).

Meski begitu, Rakhendi belum bisa menyebutkan kapasitas produksi PT DI dalam membuat converter kit. Menurut dia, terkait volume produksi, hal itu masih dilakukan pembahasan oleh jajaran manajemen PT DI.

Untuk diketahui, pemerintah Indonesia membutuhkan lebih 4.000 converter kit pada bulan April mendatang. Hal itu seiring program pemerintah melakukan pembatasan BBM bersubsidi serta konvensi BBM ke BBG untuk angkutan umum.

Namun demikian, sampai saat ini pemerintah belum menentukan pengadaan converter kit menggunakan produk dalam negeri atau impor. Rakhendi mengungkapkan, apabila perusahaannya mendapat tender pengadaan converter kit, maka secara finansial akan sangat menguntungkan, di tengah babak baru PT DI kembali menggarap bisnis pesawat terbang.

Apalagi, produksi converter kit bukan untuk jangka pendek. Prospeknya akan cukup bagus, mengingat jumlah kendaraan di Indonesia cukup banyak.

Menurut dia, setidaknya ada dua tipe converter kit yang akan dibuat PT DI. Pertama, converter kit berbahan logam dan kedua, converter kit berbahan nonlogam. Kedua tipe tersebut sebagian besar menggunakan komponen lokal. Sementara sebagiannya, masih harus menggunakan komponen impor.

“Ke depannya, 100 persen akan menggunakan komponen lokal,” tandasnya.

Sayangnya, Rakhendi belum bisa menyebutkan harga jual converter kit buatan PT DI. Dia beralasan, masih dalam pembahasan. Namun demikian, dia meyakinkan bahwa harga converter kit PT DI jauh lebih murah dari buatan luar negeri.

“Converter kit impor pasti harganya lebih mahal karena harus menanggung biaya pengiriman. Sementara itu, apabila produksinya di Indonesia, biaya pengiriman relatif lebih kecil,” pungkasnya. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
20 menit yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
1 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
1 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
1 jam yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
2 jam yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
2 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved