Maret, jalan tol Jasa Marga diperbaiki permanen

Jum'at, 20 Januari 2012 - 08:46 WIB
Maret, jalan tol Jasa...
Maret, jalan tol Jasa Marga diperbaiki permanen
A A A
Sindonews.com – PT Jasa Marga Tbk akan mulai melakukan perbaikan secara permanen pada Maret mendatang untuk kerusakan yang terdapat di seluruh ruas tol yang dikelolanya.

Perusahaan itu menyebutkan, kerusakan terbanyak hingga saat ini terjadi di ruas tol Jakarta- Cikampek, sehingga perbaikan ruas tol itu akan menjadi prioritas.

“Jakarta-Cikampek paling banyak mengalami kerusakan karena 46 persen kendaraan yang melintasinya berupa kendaraan berat atau memiliki tonase yang tinggi,sehingga beban jalan lebih berat,” kata Direktur Operasional Jasa Marga Adityawarman di Jakarta kemarin.

Kerusakan yang terjadi, jelas dia, umumnya adalah jalan berlubang, bergelombang,atau mengalami keretakan. Namun, tingkat kerusakan cenderung tidak terlalu berat sehingga bisa diantisipasi dengan perbaikan sementara. Perbaikan permanen sengaja dilakukan pada Maret setelah musim hujan diperkirakan mereda.

“Untuk Jakarta-Cikampek, jalan yang masih berlubang terdapat di KM 27-28 arah Jakarta. Di arah Cikampek juga terdapat lubang di KM 32-33, saat ini kami sedang memperbaikinya secara temporer,” tuturnya.

Dia mengatakan, anggaran perbaikan itu diambil dari dana pemeliharaan tahunan perusahaan.

Sementara, operator jalan tol Tangerang-Merak,PT Marga Mandala Sakti (MMS), berpotensi mengalami penurunan pendapatan sebesar lima persen pada tahun ini menyusul dua kejadian di luar perkiraan yang diprediksi terjadi tahun ini,yaitu banjir akibat meluapnya Sungai Ciujung dan kemacetan di Pelabuhan Merak, Banten.

Presiden Direktur Marga Mandala Sakti Wiwiek Santoso mengatakan, perusahaan telah memprediksi kemungkinan potential loss akibat dua peristiwa yang dapat berdampak pada lumpuhnya lalu lintas di ruas tol yang dikelolanya itu.

“Setiap tahun kami memperhitungkan persoalan-persoalan yang terjadi di luar kontrol kami dan berpotensi mengganggu lalu lintas,sebagian besar karena cuaca. Misalnya, banjir yang seperti kemarin terjadi atau kepadatan di jalur penyeberangan Pelabuhan Merak,” paparnya.

Perusahaan sebelumnya memproyeksikan kenaikan pendapatan sebesar 10 persen pada tahun ini, yaitu dari Rp400 miliar pada 2011 menjadi Rp440 miliar. Pertumbuhan ditopang oleh kenaikan tarif ruas tol tersebut sebesar 8,8 persen pada akhir tahunlalusertaproyeksikenaikan traffic kendaraan.

“Namun dengan adanya kejadian kemarin dan kemungkinan padatnya pelabuhan karena cuaca yang tidak mendukung, akan ada potential loss. Kami belum hitung berapa besarannya, tapi kemungkinan paling besar lima persen. Saat ini kami memang masih fokus untuk mengatasi kondisi di lapangan,”jelasnya.

Menurut dia, potential loss yang dialami perusahaan merupakan imbas dari turunnya lalu lintas kendaraan yang melalui ruas tol sepanjang 73 kilometer (km) tersebut.Adapun lalu lintas lalu lintas per hari jalan tol Tangerang-Merak mencapai 96 ribu kendaraan yang 60 persen di antaranya adalah kendaraan bertonase besar.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
18 menit yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
35 menit yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
1 jam yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
1 jam yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
1 jam yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved