INTA rambah bisnis pertambangan

Jum'at, 20 Januari 2012 - 09:08 WIB
INTA rambah bisnis pertambangan
INTA rambah bisnis pertambangan
A A A
Sindonews.com – PT Intraco Penta Tbk (INTA) akan melebarkan sayapnya pada bisnis pertambangan. Perseroan yang selama ini fokus pada solusi total alat berat melakukan ekspansi melalui konsolidasi sejumlah anak usaha yang bergerak di bidang perdagangan alat berat dan industri pertambangan.

Presiden Direktur INTA Petrus Halim mengatakan, tujuan konsolidasi anak usaha tersebut untuk menopang pertumbuhan yang pesat pada sektor pertambangan, agrobisnis, dan infrastruktur.

”Sektor tersebut selama ini menjadi tulang punggung bisnis alat berat untuk memulai transformasi INTA ke bisnis pertambangan,”kata dia di Jakarta kemarin.

Dia menjelaskan,perseroan telah mengefektifkan dua anak usaha baru, yakni PT Inta Resources (IR) yang bergerak di bidang pertambangan. Perseroan membentuk PT Inta Resources dengan tujuan untuk semakin melengkapi rangkaian solusi total dari INTA Group.

Selain itu, perseroan telah mengefektifkan anak usaha lain, yakni PT Intraco Penta Wahana (IPW) yang akan bergerak pada bidang perdagangan alat berat.

Di samping itu, INTA mengubah nama anak usahanya, yakni PT Intraco Prima Servis menjadi PT Intraco Penta Prima Servis (IPPS). IPPS akan fokus pada penjualan dan service Volvo dan SDLG di wilayah Kalimantan, Sulawesi,dan Maluku. Sedangkan, IPW akan menjadi distributor alat berat merek Sinotruk, Mahindra,Ingersoll-Rand, dan Bobcat di seluruh wilayah Indonesia.

”Dengan demikian, kami bisa lebih fokus dalam meningkatkan pelayanan kepada para pelanggan serta mempertajam penetrasi pasar ke seluruh Indonesia,” tutur Petrus.

Dia mengungkapkan, penambahan anak usaha ini didorong tingginya pertumbuhan bisnis alat berat. Pasalnya, perseroan pada tahun lalu mencatat peningkatan penjualan alat berat sebesar 89,22 persen menjadi 1.580 unit dibanding tahun sebelumnya sebanyak 835 unit.

Perseroan pada tahun ini menargetkan, penjualan alat berat bisa tumbuh lebih dari 30 persen dibanding tahun lalu atau di atas 2.054 unit.

Presiden Direktur IBF Fred L Manibog mengatakan, perseroan pada tahun ini juga sedang mempersiapkan salah satu anak usahanya untuk bisa menggelar penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) pada 2013. Anak usaha tersebut yakni PT Intan Baruprana Finance (IBF).
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
8 jam yang lalu
Cara PAMA Ikut Meningkatkan...
Cara PAMA Ikut Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
9 jam yang lalu
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
9 jam yang lalu
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
9 jam yang lalu
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
10 jam yang lalu
Soal Investor PFII Bebas...
Soal Investor PFII Bebas Pajak hingga 50 Tahun, Purbaya: Masih Belum Tentu
10 jam yang lalu
Infografis
10 Pengusaha Sukses...
10 Pengusaha Sukses yang Memulai Bisnis di Usia 50 Tahun ke Atas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved