Ramai-ramai tolak ikan impor

Jum'at, 20 Januari 2012 - 10:57 WIB
Ramai-ramai tolak ikan...
Ramai-ramai tolak ikan impor
A A A
Sindonews.com - Mahasiswa dan nelayan tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menggelar unjuk rasa di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD) Indramayu, Jawa Barat.

Melalui aksi itu mereka menolak masuknya ikan impor di pasaran karena hanya akan membuat nasib nelayan terpuruk. Alasan lain penolakan ikan impor, karena Indramayu sendiri merupakan daerah penghasil ikan terbesar di Provinsi Jawa Barat.

Aksi unjuk rasa itu diawali degang longmarch dan orasi terbuka di Tugu Bunderan Kijang, Indramayu, Jumat (20/1/2012). Sesampai di depan gedung dewan, pengunjuk rasa itu pun ingin bertemu dengan anggota DPRD untuk membahas persoalan tersebut.

Namun keinginan pengunjuk rasa untuk bertemu dengan anggota dewan terkesan dihalang-halangi. Hal ini membuat massa nekat merangsek masuk, sayangnya petugas keamanan dari kepolisian langsung menghadang. Aksi dorong dorongan antara massa dengan polisi pun tak terhindarkan.

Tak lama aksi-pun mereda ketika Ketua Fraksi Demokrat DPRD Indramayu Haris Solihin keluar gedung untuk menemui para pengunjuk rasa itu. Di depan anggota dewan, Koordinator Aksi, Muji Zainal meminta agar pihak terkait baik eksekutif maupun legislatif harus menolak masuknya ikan impor.

Mendengar semua tuntuan itu, Haris berjanji akan memanggil Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan serta Kepala Dinas Perdagangan untuk duduk bersama dengan para pengunjuk rasa.

Kurang yakin dengan janji tersebut, Haris pun dipaksa untuk menandatangani pernyataan mahasiswa untuk menolak masuknya ikan impor. Pada saat itu, pengunjuk rasa juga memberikan kado berisi ikan asin. Kado tersebut sebagai penolakan ikan impor.

Terakhir sebelum membubarkan diri, mahasiswa mengancam akan menggelar unjuk rasa lebih besar lagi, jika pemerintah membiarkan ikan impor masuk ke pasaran Indramayu.(*)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
14 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
43 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
10 jam yang lalu
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Tolak Rencana Israel Menyerang Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved