Pembatasan BBM hanya untungkan pihak asing

Minggu, 22 Januari 2012 - 14:07 WIB
Pembatasan BBM hanya...
Pembatasan BBM hanya untungkan pihak asing
A A A
Sindonews.com - Menyikapi keinginan pemerintah untuk melakukan pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada 1 April mendatang. Kebijakan pemerintah tersebut kembali mengadapi penolakan, kali ini Hizbut Tahrir Indonesia mengecam keras kebijakan tersebut dimana mereka menilai pembatasan BBM bersubsidi hanya akan menguntungkan pihak asing dan merugikan masyarakat Indonesia.

Hal ini diutarakan Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia Muhammad Ismail Yusanto saat menggelar aksi di Jembatan Layang Makassar Sulawesi Selatan, Minggu (22/1/12).

"Pembatasan BBM bersubsidi sama saja dengan mencabut subsidi karena rakyat dipaksa beralih ke BBM non subsidi seperti Pertamax. Dengan begitu, pemerintah membuka jalan bagi perusahaan Migas asing berkuasa di Indonesia,” kata Ismail.

Dia juga menambahkan alasannya karena dengan pembatasan penggunaan premium yang selama ini diproduksi oleh Pertamina, akan terbatas. Sehingga BBM dari perusahaan Migas asing berjaya karena masyarakat tidak lagi menemukan harga premium yang murah.

“Kalau sudah seperti itu, publik pasti enggan membeli karena sudah langka,” ujar dia.

Sementara dampak jangka panjang dari pembatasan BBM bersubsidi tersebut, menurut Ismail, akan sangat menguntungkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) milik perusahaan Migas Asing seperti Total, Shell dan Petronas. Ismail juga menilai, pergolakan upaya pembatasan BBM bersubsidi oleh pemerintah tidak lepas dari peran perusahaan asing tersebut.

“Bagaimana tidak, selama ini SPBU milik asing selalu mengalami kerugian besar, karena Pertamina masih memberlakukan penjualan premiun yang harganya jauh lebih murah dari Pertamax, ini harus jeli dilihatnya, jangan sampai kekayaan alam kita nantinya malah lebih banyak dikuasai oleh pihak asing,” terang Ismail.

Humas DPD I Hizbut Tahrir Indonesia Sulawesi Selatan Muhammad Kemal Idris dalam orasinya secara tegas juga menolak rencana pemerintah tersebut, dan berjanji akan melakukan aksi lebih besar jika nantinya pembatasan BBM bersubsidi tersebut betul-betul dijalankan pemerintah sesuai rencana.

“Pembatasan ini akan sangat merugikan masyarakat kecil, dan sistem yang digunakan pemerintah saat ini tidak mengacu pada kepentingan dan kesanggupan masyarakat,” tandasnya.

Dalam aksinya yang berlangsung damai walau sempat memacetkan ruang jalan, sekitar 200-an massa Hizbut Tahrir memadati perempatan Jalan Tol Reformasi-Jalan AP Pettarani dan Jalan Urip Sumiharjo. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Dulu Rakyatnya Ngungsi...
Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
38 menit yang lalu
Tarif Listrik Tidak...
Tarif Listrik Tidak Naik hingga September 2026, Dirut PLN Bicara soal Pasokan
2 jam yang lalu
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
6 jam yang lalu
Sistem Payment Gateway...
Sistem Payment Gateway Revolusioner untuk UMKM & Startup Dirilis, Jaminan Uptime 99,95%
14 jam yang lalu
Liburan Sekolah Penuh...
Liburan Sekolah Penuh Aktivitas Seru, Edukatif, dan Bermakna Bersama Paramount Gading Serpong
14 jam yang lalu
Perang Iran Picu Guncangan...
Perang Iran Picu Guncangan Pasokan Minyak Terbesar Sepanjang Sejarah, Lampaui Krisis 1979
15 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved