Chevron diminta berkolaborasi kelola Blok Siak

Selasa, 24 Januari 2012 - 16:40 WIB
Chevron diminta berkolaborasi...
Chevron diminta berkolaborasi kelola Blok Siak
A A A
Sindonews.com - PT Chevron Pacifik Indonesia (CPI) diminta melakukan kolaborasi untuk mengolah ladang minyak Blok Siak, Riau. Pasalnya, pemerintah telah memberikan sinyal pada perusahaan Amerika Serikat (AS) itu untuk memperpanjang kontrak yang berakhir pada tahun 2013 mendatang.

"Kita minta Chevron bisa secara bersama-sama untuk mengelola Blok Siak dengan perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)," ujar pengamat Minyak dan Gas (Migas) dari Universitas Islam Riau Adi Novriansyah kepada Okezone, Selasa (24/1/2012).

Jika tidak banyak, paling tidak ada sekira 10 persen dari perusahaan BUMD untuk bisa mengelolanya kekayaan di daerahnya. "Kita minta tidak semuanya dikuasai Chevron. Harus ada kerja sama dengan BUMD. Paling tidak dalam kerja sama itu, Chevron bisa memberikan pelajaran kepada perusahaan daerah bagaimana mengelola ladang minyak yang baik," tukasnya.

Belakangan ini Chevron juga belum mau menyatakan bersedia atau tidak untuk sama-sama mengelola Blok Siak dengan perusahaan lain termasuk perusahaan BUMD seperti Bumi Siak Pusako (BSP). "Kita lihat saja nanti, bagaimana mekanismenya," kata General Manager Public Affairs PT CPI kepada okezone belum lama ini.

Blok Siak telah dikuasi PT Chevron sejak tahun 1991. Kontrak bagi hasil (production sharing contract) akan berakhir pada tahun 2013. Blok Siak selama ini mampu berproduksi minyak mentah sekitar dua ribu bopd (barrel oil per day) atau sekitar tiga ratus ribu liter minyak per hari.

Chevron yang dulu bernama Caltex telah mengajukan proposal untuk pengelolaan Blok Siak sejak tahun 2010. Perusahaan asing tersebut telah mengusai Blok Siak sejak tahun 1991 dan akan berakhir pada tahun depan.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
6 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
6 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
7 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
7 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
8 jam yang lalu
Infografis
Jokowi Diminta Tarik...
Jokowi Diminta Tarik Pernyataan soal Presiden Boleh Kampanye
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved