Pertamina didesak tentukan kebutuhan gas Jateng

Rabu, 25 Januari 2012 - 16:40 WIB
Pertamina didesak tentukan...
Pertamina didesak tentukan kebutuhan gas Jateng
A A A
Sindonews.com - Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) meminta PT Pertamina (Persero) untuk menentukan kebutuhan gas di Jawa Tengah dalam rangka pemilihan pasokan gas pada fasilitas penerima gas terapung (Floating Storage Regasification Unit/FSRU) di Jawa Tengah yang direncanakan selesai pada tahun kuartal kedua 2013.

Tenaga Ahli BP Migas Fathor Rahman mengatakan bahwa saat ini kebutuhan gas untuk Jawa Tengah dan Jawa Timur telah bisa dipenuhi oleh dua lapangan gas yang memproduksi sekitar 450 mmscfd yaitu berasal dari Lapangan Madura MD yang memproduksi sekitar 150 mmscfd dan Lapangan Terang Sirasun di Jawa Timur sebesar 300 mmscfd.

“Kan pasokannya sudah ada kalau untuk kebutuhan Transjawa. Lalu pasokan FSRU mau untuk siapa saja,” ujar Fathor yang ditemui di Kantor BP Migas, Jakarta Rabu (25/1/2012).

Selain untuk kebutuhan industri, lanjutnya FSRU tersebut rencananya juga akan memasok gas untuk Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Tambak Lorok. “Tapi kan (pasokannya) itu sudah dapat dari Kepodang,” tegasnya.

Selanjutnya, lanjut Fathor, Pertamina mengatakan bahwa gas dari FSRU akan ke Jawa Barat. “Tapi kan itu tidak konsisten jadinya,” kata Fathor.

Lebih lanjut BP Migas belum memastikan gas dari Kilang Tangguh sebesar tiga juta metrik ton per tahun akan dialokasikan ke FSRU Jawa Tengah atau Belawan.

“Takutnya nanti kalau tidak pasti alokasi gasnya untuk siapa, gas yang telah kita sediakan tidak terserap lagi karena pembangunan FSRU tersebut telat atau malah tidak jadi. Akibatnya liquified natural gas (LNG) tersebut harus dijual ke spot market yang harganya USD3 per mmbtu dibawah harga pasar. Saat ini harga LNG internasional berada pada USD16-17 per mmbtu," ujar Fathor.

Dirinya mengatakan kejadian yang sama juga terjadi pada pasokan LNG ke FSRU Teluk Jakarta yang molor hampir selama dua tahun. "BP Migas telah menyediakan LNG untuk FSRU Teluk Jakarta sejak tahun 2007. Namun, karena FSRU Teluk Jakarta terlambat beroperasi, maka BP Migas terpaksa melepas stok ke spot market," tegasnya.

Lebih lanjut Fathor menambahkan BP Migas mengaku telah menyisihkan 23 kargo dari kilang Bontang untuk FSRU Teluk Jakarta Tahun ini. "Namun, pihak Nusantara Regas yang semula mengatakan FSRU Teluk Jakarta akan selesai Januari tahun ini namun molor menjadi April tahun ini. Jadi kami terpaksa melemparnya ke spot market,” pungkasnya. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
10 menit yang lalu
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
1 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
2 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
3 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
3 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
4 jam yang lalu
Infografis
Revisi UU Kementerian...
Revisi UU Kementerian Negara: Jumlah Disesuaikan Kebutuhan Presiden
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved