Asa bank infrastruktur masih ada

Kamis, 26 Januari 2012 - 15:57 WIB
Asa bank infrastruktur...
Asa bank infrastruktur masih ada
A A A
Sindonews.com - Kehadiran Bank Infrastruktur, menurut Menteri Keuangan Agus Martowardojo harus lebih dipersiapkan secara matang setelah melihat kegagalan pada sebelumnya karena kedepannya akan menghadapi banyak proyek lapangan.

"Sebelumnya kita sudah punya Bank Infrastruktur namanya Bapindo, PDFCI (Private Development Finance Corporation of Indonesia), itu semua gagal. Saat mereka mendukung infrastruktur tetapi belum bisa terealisasi, maka dari itu bank yang ada kita harapkan untuk lebih mempersiapkan diri, terutama dalam proyek-proyek yang ada di lapangan," ujarnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (26/1/2012).

Sampai dengan saat ini, Agus menuturkan bahwa persoalan ini sudah dipelajari dan sudah kita diskusikan dalam sidang kabinet.

"Dalam diskusi kita, jika perlu nanti akan ada penunjukan langsung dukungan pada perbankan untuk bisa mendukung pembiayaan infrastruktur dan kita juga akan memperkuat instansi keuangan yang ada, seperti Indonesia Infrastructure Finance , Penjaminan Infrastruktur Indonesia, Pusat Investasi Pemerintah, dan Asean Infrastructure Fund," jelasnya.

Selain itu Kementerian Keuangan juga akan mempelajari kemungkinan untuk membuat bank infrastruktur tidak sama dengan bank komersial lainnya.

"Bank ini harus didesain dengan UU atau suatu kekhususan yang tidak sama dengan bank komersial dan itu kita persiapkan secepat mungkin. Tetapi yang paling utama di lapangan proyek harus bergerak karena kita lihat ada begitu banyak pembiayaan untuk jalan tol energi pelabuhan yang belum bisa dicairkan karena memang realisasi eksekusinya dilapangan belum cukup cepat," pungkasnya.

Kali ini, Agus menambahkan, pemerintah merasa optimistis rencana tersebut dapat terwujud dengan dukungan iklim perbankan yang tengah baik saat ini.

"Nah, sekarang kita punya perbankan yang sehat, yang ditandai dengan kredit bermasalahnya rendah, rasio kecukupan modalnya baik, keuntungan baik. Mereka banyak memiliki fasilitas yang tidak terpakai saat mereka mendukung infrastruktur, tapi belum bisa terealisasi," ungkapnya.

Agus juga mengingatkan, segala upaya ini merupakan bentuk dukungan dan kunci dari keberhasilan realisasi pembangunan infrastruktur, tetapi eksekusinya di lapangan. (ank)

()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
26 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
10 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved