Tak ada niat membuat rakyat chaos

Jum'at, 27 Januari 2012 - 10:12 WIB
Tak ada niat membuat...
Tak ada niat membuat rakyat chaos
A A A


Sindonews.com - Banyaknya provokasi yang timbul dengan adanya rencana pembatasan Bahan Bakar Minyak bersubsidi dan Pengalihan ke Bahan Bakar Gas membuat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik sedikit emosional. Salah satu provokasi yang muncul dan memancing emosinya adalah isu akan terjadi chaos di masyarakat jika kebijakan tersebut diberlakukan.

"Katanya kalau dilaksanakan kebijakan ini maka rakyat akan chaos, terus ada yang bilang lagi pemerintah saat ini disetir oleh pihak asing, pemikiran apa itu? Saya menjamin bahwa saya sendiri dan Kementerian ESDM tidak akan bisa disetir oleh siapapun dan tidak ada sedikit pun niat dari kami untuk membuat rakyat chaos. Semua ini hanya demi bangsa dan negara kita, Indonesia," ujarnya di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Kamis 26 Januari 2012.

Menteri yang diangkat Presiden pada 18 oktober 2011 menggantikan Darwin Zahedy Shaleh ini mencoba mengulang kembali alasan mengapa rencana kebijakan ini muncul beberapa waktu lalu.

"Hal ini berawal dari subsidi Rp140 triliun pada tahun 2010 dan Rp250 triliun di tahun 2011. Dan subsidi kami anggap tidak tepat sasaran, cuma 15 persen masyarakat yang benar-benar tidak mampu mendapatkan subsidi tersebut dan ada 77 persen orang kaya di Indonesia yang menikmati dengan senang hati," ungkapnya.

Seiring dengan kesepakatan pada APBN 2012 bahwa salah satu pasalnya menyatakan tidak akan ada kenaikan BBM pada tahun ini. Maka pemerintah mencoba berbagai opsiagar subsidi tersebut tepat sasaran. Salah satunya perpindahan ke pertamax dan ke bahan bakar gas.

Menurut Jero kedua opsi tersebut tetap memiliki risiko, meskipun pemakaian pertamax sudah banyak dilakukan oleh orang-orang yang menyadari ketidakpantasan mengkonsumsi BBM bersubsidi. Namun masih banyak juga yang tetap tidak peduli dan secara sengaja mengkonsumsi premium.

Sedangkan untuk peralihan ke bahan bakar gas, mantan menteri kebudayaan dan pariwisata ini menilai memang masih banyak kendala. "Opsi ini memang tidak gampang, mobil saja harus ada penambahan alat yang bernama konverter kit, masyarakat harus mikir dimana saya dapatkan barang itu, terus nanti masangnya dimana? bengkel mana yang bisa masang? Memang harus ada kesiapan matang, termasuk pasokan gasnya juga," tuturnya.

Pemerintah, khususnya Kementerian ESDM, lanjut Jero, memikirkan bangsa ini untuk jangka yang panjang, mengingat negara ini tidak bisa selamanya bergantung kepada bahan bakar minyak semakin langka. Sementara pasokan gas kedepannya akan bertambah banyak.

Saat ini, kebijakan yang rencananya akan dimulai pada tanggal 1 April 2012 ini sudah memasuki tahap perundingan dengan komisi VII DPR RI dan belum dapat dipastikan apa hasilnya nanti walaupun banyak isu yang berkembang.

"Perundingan ini berlangsung cukup lama karena kita tidak ingin mengambil keputusan yang membuat rakyat pusing, karena kita diamanatkan untuk menjaganya dan mensejahterakan bangsa ini," pungkas menteri yang baru melewati 100 hari masa kerjanya di Kementerian ESDM. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
2 jam yang lalu
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
2 jam yang lalu
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
3 jam yang lalu
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
3 jam yang lalu
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
3 jam yang lalu
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
3 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved