Kebutuhan investor bukan fasilitas fiskal

Sabtu, 28 Januari 2012 - 10:45 WIB
Kebutuhan investor bukan...
Kebutuhan investor bukan fasilitas fiskal
A A A


Sindonews.com – Hasil evaluasi yang dilakukan pemerintah –dalam hal ini Kementerian Keuangan– atas penerbitan fasilitas fiskal perpajakan yang kurang diminati menunjukkan bahwa fokus perhatian dan kebutuhan investor bukanlah pemberian fasilitas fiskal.

Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo mengungkapkan, harapan berbagai pihak mulai dari institusi pemerintahan, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), pengamat ekonomi, hingga pengusaha yang mendorong Kementerian Keuangan untuk memberikan fasilitas fiskal agar menarik minat investor asing belum terjawab sepenuhnya. Fasilitas fiskal yang diberikan pemerintah tidak diminati investor.

Menurut Menkeu, pada dasarnya fiskal di Indonesia dalam kaitannya dengan upaya mendorong investasi, sudah cukup kompetitif dibandingkan negara lain.

”Kalau kita tanyakan kepada pelaku pasar terkait dengan fiskal, terkait dengan fasilitas-fasilitas perpajakan, mereka sudah melihat bahwa Indonesia cukup kompetitif,” ungkap Menkeu di Jakarta, Jumat 27 Januari 2012.

Selain fasilitas perpajakan, bea masuk yang diberlakukan di Indonesia ––jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga pun–– termasuk kategori yang rendah.

Sisi fiskal tidak sepenuhnya memiliki peran penting untuk menarik minat investasi. Pemilik modal, khususnya investor asing, dinilai memiliki pandangan lain terkait investasi di Indonesia. Kepastian hukum dan aturan yang jelas merupakan salah satu fokus perhatian utama dari investor yang perlu dibenahi. Selain itu, ketersediaan infrastruktur juga menjadi sorotan tajam.

“Sebetulnya investor itu concern utamanya adalah pada masalah perizinan, tersedianya lahan, infrastruktur khususnya listrik dan pelabuhan, masalah tumpang tindih koordinasi pusat dan daerah,” papar Menkeu.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, sejauh ini minat investor untuk memanfaatkan tax allowance masih minim. Salah satu alasannya karena sosialisasi yang kurang. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
6 menit yang lalu
Asabri Dorong Transformasi...
Asabri Dorong Transformasi Layanan Berbasis ESG, Kepuasan Peserta Capai 96,03%
2 jam yang lalu
Distribusi BBM di Kota...
Distribusi BBM di Kota Medan Makin Lancar, Antrean di SPBU Mulai Normal
2 jam yang lalu
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
3 jam yang lalu
AKPY-BPDP Latih Pekebun...
AKPY-BPDP Latih Pekebun Sawit di Paser Tingkatkan Nilai Jual TBS
3 jam yang lalu
Minat Berkurang, Harga...
Minat Berkurang, Harga Patokan Ekspor Emas Turun di Periode Juli 2026
5 jam yang lalu
Infografis
Ini Penjelasan Warna...
Ini Penjelasan Warna Singa Putih Ternyata Bukan Albino
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved