Kebijakan BBM perlu ketegasan pemerintah

Rabu, 01 Februari 2012 - 11:34 WIB
Kebijakan BBM perlu...
Kebijakan BBM perlu ketegasan pemerintah
A A A
Sindonews.com - Pemerintah perlu menunjukkan ketegasannya perihal kebijakan soal Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi apakah akan dibatasi atau dinaikkan. Hal tersebut
menurut Deputy Director Reforminer Institute Komaidi perlu dilakukan mengingat waktu yang semakin sempit.

Pasalnya, hingga kini Pemerintah dan DPR masih tarik ulur mengenai kebijakan seperti apa yang tepat untuk menekan subsidi BBM.

"Sebenarnya yang dibutuhkan pemerintah saat ini adalah ketegasan, karena kalau masalah pengkajian, saya rasa sudah banyak sekali rekomendasi yang yang dapat dijadikan landasan, misalnya dari konsorsium tiga universitas terbaik yang ada di Indonesia dimana sudah terdapat opsi beserta penjelasan mengenai kebijakan BBM tersebut," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Rabu (1/2/2012).

Komaidi juga mengingatkan bahwa pemerintah harus memandang kebijakan ini dari aspek ekonomi, sehingga segala keputusan harus dilakukan secara matang dan tegas. "Jangan keputusan ini diambil berdasarkan aspek politik saja, harus dilihat aspek ekonomi dan kemajuan bangsa ini ke depan, jangan cuma memikirkan kebijakan yang hanya akan menurunkan nilai populis jika opsi A atau B atau C yang dipilih," jelasnya.

Sementara itu, sejumlah pihak yang kontra dengan opsi pembatasan BBM karena melihat ketidaksiapan pemerintah dalam menjalankan kebijakan. Untuk itu, tugas pemerintahlah untuk meyakinkan kepada sejumlah pihak bahwa pemerintah siap melaksanakan hal tersebut.

"Kalau melihat konteks pembahasan yang terjadi antara pemerintah dan komisi VII DPR yang lalu, sebenarnya dari pihak yang sepertinya kurang setuju hanya mempertanyakan kesiapan dari program ini, berikut dengan keyakinan dan ketegasan pemerintah," tambahnya.

Untuk itu, sebelum kebijakan ini ditetapkan bersama Komisi VII DPR, Komaidi meminta pemerintah tetap solid mempersiapkan kebijakan tersebut.

"Pemerintah dalam persoalan ini harus solid, dengan kata lain jangan memperlihatkan perbedaan-perbedaan yang tidak bagus dilihat publik yang seakan-akan ada pertentangan. Misalnya, seperti Menko dan Menteri ESDM yang sebenarnya mempengaruhi realisasi kebijakan tersebut," pungkasnya.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
45 menit yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
1 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
1 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
3 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
4 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved