Gara-gara beras, inflasi Januari tembus 0,76%
Rabu, 01 Februari 2012 - 12:10 WIB
Gara-gara beras, inflasi Januari tembus 0,76%
A
A
A
Sindonews.com - Musim penghujan masih menjadi alasan utama produksi beras menyusut. Hal inilah yang membuat harga beras di pasaran terus merangkak naik dan menjadi pemicu inflasi di bulan Januari ini ke level 0,76 persen.
Pelaksana Tugas Harian (Plt) Kepala BPS Suryamin dalam konferensi persnya di Kantor BPS, Pasar Baru, Jakarta, Rabu (1/2/2012), menyatakan sumbangan beras terhadap inflasi sebesar 0,18 persen.
Selain beras, ikan laut pun ikut andil menyumbang inflasi terbesar kedua dengan nilai 0,11 persen. "Pasokan ikan saat ini sedikit terkendala karena cuaca yang tidak bagus dan mempengaruhi produktivitas para nelayan," ujarnya.
Selanjutnya angka inflasi tersebut juga ikut disumbang oleh daging ayam beras sebesar 0,09 persen, telur ayam ras sebesar 0,04 persen dan sayur sebesar 0,03 persen.
Minyak goreng tetap mempengaruhi kenaikan inflasi sebesar 0,03 persen. Inflasi minyak goreng ini karena terkendala ketersediaan bahan baku CPO yang berkurang.
Dia juga menuturkan untuk inflasi year on year (y-o-y) mencapai 3,65 persen. Dan, untuk inflasi komponen inti mencapai 0,44 persen. Sementara, kata Suryamin, inflasi inti tahun kalender dan inflasi inti year on year berada di kisaran 4,29 persen.
"Inflasi di Januari 2012 masih dipegang oleh bahan makanan, daging, makanan, minuman, dan rokok," ujar Suryamin.
Lanjutnya, Suryamin menambahkan dari 66 kota Indeks Harga Konsumen (IHK), terdapat 62 kota mengalami inflasi pada Januari 2012. Sementara ada empat kota yang mengalami deflasi. Kota dengan inflasi tertinggi adalah Banjarmasin dengan kisaran 2,92 persen. Sedangkan untuk inflasi terendah berada di Banda Aceh dengan 0,02 persen.
Kota yang mengalami deflasi adalah Sorong yakni sebesar 0,38 persen, selanjutnya adalah Manokwari yang mengalami deflasi sebesar 0,31 persen. Manado dan Ternate dalam laporan ini juga mengalami deflasi dimana masing-masing sebesar 0,13 persen dan 0,14 persen.
Pelaksana Tugas Harian (Plt) Kepala BPS Suryamin dalam konferensi persnya di Kantor BPS, Pasar Baru, Jakarta, Rabu (1/2/2012), menyatakan sumbangan beras terhadap inflasi sebesar 0,18 persen.
Selain beras, ikan laut pun ikut andil menyumbang inflasi terbesar kedua dengan nilai 0,11 persen. "Pasokan ikan saat ini sedikit terkendala karena cuaca yang tidak bagus dan mempengaruhi produktivitas para nelayan," ujarnya.
Selanjutnya angka inflasi tersebut juga ikut disumbang oleh daging ayam beras sebesar 0,09 persen, telur ayam ras sebesar 0,04 persen dan sayur sebesar 0,03 persen.
Minyak goreng tetap mempengaruhi kenaikan inflasi sebesar 0,03 persen. Inflasi minyak goreng ini karena terkendala ketersediaan bahan baku CPO yang berkurang.
Dia juga menuturkan untuk inflasi year on year (y-o-y) mencapai 3,65 persen. Dan, untuk inflasi komponen inti mencapai 0,44 persen. Sementara, kata Suryamin, inflasi inti tahun kalender dan inflasi inti year on year berada di kisaran 4,29 persen.
"Inflasi di Januari 2012 masih dipegang oleh bahan makanan, daging, makanan, minuman, dan rokok," ujar Suryamin.
Lanjutnya, Suryamin menambahkan dari 66 kota Indeks Harga Konsumen (IHK), terdapat 62 kota mengalami inflasi pada Januari 2012. Sementara ada empat kota yang mengalami deflasi. Kota dengan inflasi tertinggi adalah Banjarmasin dengan kisaran 2,92 persen. Sedangkan untuk inflasi terendah berada di Banda Aceh dengan 0,02 persen.
Kota yang mengalami deflasi adalah Sorong yakni sebesar 0,38 persen, selanjutnya adalah Manokwari yang mengalami deflasi sebesar 0,31 persen. Manado dan Ternate dalam laporan ini juga mengalami deflasi dimana masing-masing sebesar 0,13 persen dan 0,14 persen.
()