Kemenperin dorong ekspor barang jadi

Rabu, 01 Februari 2012 - 20:28 WIB
Kemenperin dorong ekspor...
Kemenperin dorong ekspor barang jadi
A A A
Sindonews.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menuturkan bahwa Indonesia jangan dulu bangga kinerja ekspor terhadap negara China meningkat.

"Kalau ekspor kita ke Republik Rakyat China (RRC) kan bahan mentah. Ekspor total mesti kita lihat kualitasnya juga, kalau mayoritas ekspor bahan mentah jangan happy dulu. Kinerja perindustrian harus merubah itu step by step menjadi barang jadi," ungkap Menteri Perindustrian, MS Hidayat, kala ditemui usai Rapat Dengan Pendapat (RDP) di Komisi VI DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (1/2/2012).

Guna meningkatkan kualitas daripada ekspor Indonesia kedepannya akan dilakukan perluasan hilirisasi di berbagai sektor misalnya di sektor mineral menjelang tahun 2014 dimana saat ini hilarisasi hanya dilakukan pada sektor agrobisnis saja. "Jadi akan ada value added industri untuk industri mineral," paparnya.

Sekadar informasi, kinerja ekspor pada Desember 2011 mengalami penurunan sebesar 0,22 persen menjadi USD17,20 miliar dari ekspor November 2011 sebesar USD17,24 miliar. "Penurunan ekspor pada Desember 2011 dikarenakan adanya penurunan ekspor nonmigas menjadi USD13,60 miliar dari semula USD13,71 miliar," kata Pelaksana Tugas Kepala BPS, Suryamin.

Masih terkait ekspor, Riau mengalami kenaikan sebesar 27,11 persen. Kenaikan terdiri dari kelompok minyak dan gas (migas) dan nonmigas.

“Nilai ekspor Riau bulan November 2011 mencapai USD 1.796,29 juta. Ini mengalami kenaikan dibanding bulan sebelumnya yakni USD 1.413,20 juta,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau Abdul Manaf.

Secara komulatif, nilai ekspor Riau dari Januari hingga November 2011 sebesar USD18.430,75 atau naik 49,53 persen dibanding periode yang sama tahun 2010.

“Kontribusi nilai ekspor Riau terhadap nasional pada November 2011 ini sebesar 10,61 persen. Sementara kalau untuk keseluruhn dari Januari hingga November 2011 terhadap ekspor nasional mencapai 9,90 persen,” ujar Abdul Manaf.

“Tujuan Ekspor non migas dari bulan Januari hingga November tahun 2011 tertinggi adalah India yakni USD 2.289,53 juta. Disusul Cina dan Belanda,” tandasnya. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Usai Hengkang dari OPEC,...
Usai Hengkang dari OPEC, Produksi Minyak UEA Cetak Rekor Tembus 4,1 Juta Barel per Hari
1 jam yang lalu
Sinergi BSI dan BPJS...
Sinergi BSI dan BPJS Ketenagakerjaan, Hadirkan KPR Syariah 30 Tahun untuk Jutaan Pekerja
9 jam yang lalu
Jetex dan Republik Manor...
Jetex dan Republik Manor Sinergi Kembangkan Layanan Aviasi Privat di Indonesia
10 jam yang lalu
Dampingi Presiden Resmikan...
Dampingi Presiden Resmikan Lima Bendungan, AHY: Perkuat Swasembada Pangan, Air dan Energi
10 jam yang lalu
Airlangga Sebut B50...
Airlangga Sebut B50 Bakal Hemat Devisa hingga Rp177 Triliun
10 jam yang lalu
Mendorong Penguatan...
Mendorong Penguatan Tata Kelola Bank Jakarta, Serikat Karyawan Beri 4 Rekomendasi Strategis
11 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved