Pendapatan XL 2011 tembus Rp18,92 T
Kamis, 02 Februari 2012 - 10:32 WIB
Pendapatan XL 2011 tembus Rp18,92 T
A
A
A
Sindonews.com – Perusahaan telekomunikasi nasional PT XL Axiata Tbk mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 7 persen (year-on-year) atau Rp18,92 triliun di 2011.
Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi mengatakan, pertumbuhan pendapatan terbesar yang diperoleh beradap dari pemakaian data.
Menurutnya, selama 2011, XL menunjukkan kinerja yang sangat baik. Pendapatan sebesar Rp18,92 triliun didorong oleh peningkatan signifikan pada layanan data sebesar 61 persen. Dia menyebutkan, layanan data memberikan kontribusi pendapatan sebesar 15 persen terhadap total pendapatan layanan telekomunikasi dibanding 10 persen tahun.
“Ini karena kami menyediakan layanan data dengan kecepatan Hot Rod 3G+, paket layanan data berbasis volume dengan kecepatan hingga 3,6 Mbps. Layanan tersebut tersedia di empat kota besar yaitu Jakarta, Surabaya, Medan, dan Denpasar,” jelas Hasnul dalam keterangan tertulisnya, Rabu 1 Februari 2012.
Sementara untuk layanan SMS naik 8 persen pada kuartal 4/2011 dan percakapan tumbuh 4 persen. Dia mengungkapkan, pertumbuhan pelayanan data tak lepas dari tumbuhnya populasi pengguna jaringan sosial. Pengguna layanan data nasional saat ini mencapai 25,5 juta orang, atau 55 persen dari total pelanggan XL saat ini.
Pertumbuhan penggunaan data sebesar 295 persen dari 2,7 Petabyte di 2010 menjadi 10,6 Petabyte pada 2011. Sementara untuk meningkatkan penggunaan voice, program telepon gratis 1.440 menit dan 10.000 SMS gratis selama 24 jam menunjukkan hasil yang positif.
Pelanggan XL meningkat sebesar 3 juta orang di kuartal empat. Hal itu menjadikan total pelanggan XL saat ini menjadi 46,4 juta.
Kendati layanan data menunjukkan peningkatan cukup signfikan, namun XL mengalami penurunan pendapatan dari layanan Value Added Service (VAS) sebesar 57 persen pada kuartal 4/2011. Penurunan itu disebabkan adanya Surat edaran atau instruksi pemerintah terkait BRTI mengenai layanan Jasa Pesan Premium.
Selama tahun 2011, XL mencatat pengeluaran untuk belanja modal sebesar Rp6,5 triliun. Di mana, lebih dari setengahnya diinvestasikan untuk bisnis layanan data. (bro)
()