SBY harus evaluasi izin konsesi hutan & tambang

Kamis, 02 Februari 2012 - 14:56 WIB
SBY harus evaluasi izin...
SBY harus evaluasi izin konsesi hutan & tambang
A A A
Sindonews.com - Komitmen Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melindungi 45 persen wilayah Kalimantan mustahil terwujud tanpa evaluasi izin konsesi hutan dan tambang. Greenpeace menyambut baik komitmen pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang akan mengalokasikan 45 persen wilayah Kalimantan sebagai paru-paru dunia.

Juru Kampanye Media Greenpeace Indonesia Rahma Shofiana mengatakan, pemerintah harus mengkaji ulang izin-izin penebangan hutan Kalimantan yang telah diberikan. Pada 19 Januari 2012 lalu, Presiden SBY mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) No.3 Tahun 2012 yang menyatakan bahwa paling sedikit 45 persen dari luas Pulau Kalimantan harus digunakan sebagai kawasan konservasi keanekaragaman hayati.

"Sehingga bisa berfungsi sebagai paru-paru dunia," tuturnya kepada Sindonews, di Jakarta Kamis (2/2/2012)

Menurutnya, pemerintah Indonesia harus segera melakukan aksi nyata untuk menjadikan komitmen ini menjadi kenyataan, karena jika terwujud akan sangat menopang komitmen SBY untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 26 persen pada tahun 2020.

“Kami mendukung komitmen politik Presiden SBY ini, namun ini tidaklah cukup, dan harus benar-benar diwujudkan di lapangan. Kaji ulang atau evaluasi seluruh perizinan dan konsesi di Kalimantan adalah prasyarat dasar agar komitmen politik tersebut dapat benar-benar direalisasikan,” ujarnya.

Dia memaparkan, berdasarkan data Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan, Kementerian Kehutanan RI dan hasil analisa peta yang Greenpeace lakukan, luas pulau Kalimantan adalah 53.7 juta Ha. Sedangkan luas tutupan hutan Kalimantan di tahun 2009 mencapai 52 persen dari total luas Pulau Kalimantan atau seluas 28 juta Ha.

"Namun, ditahun 2012 wilayah berhutan dan lahan gambut menunjukkan angka sebesar 16,6 juta ha," pungkasnya. (wbs)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
8 menit yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
15 menit yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
19 menit yang lalu
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
20 menit yang lalu
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
1 jam yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
2 jam yang lalu
Infografis
Ukraina Harus Setor...
Ukraina Harus Setor Logam Tanah Jarang jika Ingin Dibantu AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved