Sulsel fokus utama Kanada investasi tambang

Jum'at, 03 Februari 2012 - 11:53 WIB
Sulsel fokus utama Kanada...
Sulsel fokus utama Kanada investasi tambang
A A A
Sindonews.com - Pemerintah Kanada siap menjajaki investasi pembangunan infrastruktur di Sulawesi Selatan. Hal itu merupakan hasil kunjungan Kedutaan Besar Kanada didampingi stakeholder terkait dengan sejumlah pihak selama dua hari di Makassar.

"Sulawesi adalah fokus utama bantuan pembangunan Kanada di Indonesia. Investasi Kanada bidang pertambangan migas hingga jasa keuangan cukup signifikan. Kami berminat masuk pada bidang infrastruktur karena kami memiliki sistem pengelolaan yang baik di Kanada untuk bidang infrastruktur," ujar Duta Besar Kanada untuk Indonesia, Y.M. Mackenzie Clugston kepada wartawan di Imperial Aryaduta Hotel, Kamis malam, (2/2/2012).

Clugston hadir di Makassar guna menghadiri perayaan ulang tahun ke-60 Hubungan Bilateral Kanada-Indonesia. Rangkaian acara itu dilaksanakan dengan tema Kanada in Sulawesi. Kegiatannya berupa seminar bisnis oleh Kamar Dagang dan Industri Sulsel.

Dia juga mengemukakan, Indonesia adalah mitra perdagangan dan investasi penting bagi Kanada. Dia mengaku sangat senang datang ke Sulawesi dalam rangkaian perayaan itu.

Dalam kesempatan itu, Kepala Canadian International Development Agency (CIDA) Charles Parker mengungkapkan pihaknya memiliki 12 proyek di Sulawesi.

"Proyek kami berupa pengelolaan sumber daya alam, desentralisasi anggaran dan bagaimana pengelolaan anggaran lebih baik," jelasnya.

Dalam rangkaian ulang tahun itu, CIDA menyelenggarakan penganugerahan penghargaan kepada mitra kuncinya yaitu pemerintah, universitas dan LSM.

Data Kedubes Kanada menyebutkan sebelas bulan pertama pada 2011, Indonesia adalah pasar ekspor terbesar Kanada di Asia Tenggara. Total nilai perdagangan bilateral mencapai 2,87 miliar dolar Kanada atau sebesar Rp25,62 triliun.
Angka itu mengalami peningkatan 41 persen total perdagangan tahun 2010.

Sekedar informasi peserta asal Kanada di seminar itu berasal dari bermacam sektor mulai dari sektor infrastruktur dan pemetaan yang diwakili PT Mcelhanney Indonesia, PT SNC Lavalin, dan PT IKO Industries. Sektor pertambangan diwakili Sherritt International dan Vale Indonesia. Sektor jasa keuangan oleh Manulife Indonesia.

Sektor pendidikan oleh LaSalle College International, dan sektor pelumas oleh Petro Canada. Ada pula bidang menara telekomunikasi oleh SBB Inc. Selain itu ada juga Ilham Treda Industries pada sektor peralatan industri ekstraktif, terakhir SEI Industries pada sektor perlengkapan pemadam kebakaran. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Ada Perusahaan Menolak...
Ada Perusahaan Menolak Didata Sensus Ekonomi 2026, Siap-siap! Dibina Kemenperin
7 menit yang lalu
Kemitraan untuk Meningkatkan...
Kemitraan untuk Meningkatkan Kualitas Layanan buat Nasabah
10 menit yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Komitmen Dukung Ekonomi Nasabah Pensiunan lewat Toko Aice Manado
25 menit yang lalu
Dirut Pertamina Patra...
Dirut Pertamina Patra Niaga Pastikan Layanan SPBU di Palembang Optimal
50 menit yang lalu
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
58 menit yang lalu
Permintaan Hunian Tetap...
Permintaan Hunian Tetap Tinggi, Alam Sutera Kembangkan Kawasan Residensial Baru
1 jam yang lalu
Infografis
Tiga Dampak Jika Kanada...
Tiga Dampak Jika Kanada Ingin Bergabung dengan Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved