Pengusaha pasrah dengan kebijakan pemerintah

Jum'at, 03 Februari 2012 - 14:58 WIB
Pengusaha pasrah dengan...
Pengusaha pasrah dengan kebijakan pemerintah
A A A
Sindonews.com - Kalangan pengusaha mengaku sudah siap dengan kebijakan pemerintah jika pada akhir tahun ini tetap melaksanakan tiga kebijakan kenaikan Tarif dasar Listrik (TDL), BBM subsidi, sekaligus juga kenaikan upah buruh. Pengusaha harus siap walaupun kebijakan tersebut berdampak besar pada kelangsungan usaha mereka.

"Soal BBM subsidi, dari dulu Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di depan Presiden dan Komisi VII DPR-RI sudah sepakat untuk menaikkan harga BBM subsidi asal kenaikannya itu dipakai buat pembangunan infrastruktur," ungkap Ketua Apindo Sofjan Wanandi, Jumat (3/2/2012).

Kalangan pengusaha, ketika beberapa waktu lalu dipanggil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah bulat menyepakati kenaikan BBM subsidi sebesar Rp6.000 per liter. Kenaikan sebesar Rp1.500 ini, disyaratkan Sofjan, untuk digunakan membangun sarana infrastruktur yang dikeluhkan pengusaha sangat memberatkan biaya mereka.

"Ada kenaikan BBM, TDL maupun upah buruh ini semuanya akan kita hitung, kita masih bisa jualan atau enggak. Lebih mungkin untuk tetap produksi atau impor," tambah dia.

Meskipun begitu, seberapa besar dampak ketiga kebijakan pemerintah jika terjadi di tahun ini ke dunia usaha, menurut Sofjan akan tergantung pada besarnya usaha tersebut.

"Ya itu masih tergantung usahanya, sudah siap apa belum," tandas dia.

Sebelumnya, menteri ESDM Jero Wacik sepertinya lebih mengarah untuk menaikkan harga BBM subsidi ketimbang melakukan pembatasan BBM maupun berpindah ke Bahan Bakar Gas (BBG). Jero menyebut, pembatasan BBM terbentur sedikitnya jumlah converter kit, berpindah ke pertamax membutuhkan dispenser baru di semua SPBU, sedangkan pindah ke BBG perlu waktu lama.

"Munculah opsi satu lagi. Diturunkan subsidinya. Kalau membuat premium Rp8.200 (per liter), sekarang dijual Rp4.500. Subsidi Rp3.700. Ini yang akan diturunkan, apakah Rp500, Rp1.000, atau Rp1.500. Bahasa rakyatnya naik sedikit," papar Jero. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
8 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
9 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
10 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
10 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
10 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved