Harga ikan di Bali melonjak akibat cuaca buruk

Jum'at, 03 Februari 2012 - 21:35 WIB
Harga ikan di Bali melonjak...
Harga ikan di Bali melonjak akibat cuaca buruk
A A A
Sindonews.com - Cuaca buruk yang menerjang sejumlah wilayah di Bali membuat aktivitas nelayan terganggu sehingga terjadi kenaikan harga ikan dan produk laut lainnya akibat pasokan terhambat.

"Kondisi ini menyebabkan kenaikan harga pada berbagai jenis ikan dengan rata-rata kenaikannya sebesar Rp20 ribu per kilogram (kg) atau 30 persen. Para nelayan tidak bisa berbuat banyak dalam menghadapi cuaca ekstrem seperti sekarang ini," ujar Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Tabanan Ketut Arsana Yasa, Jumat (3/2/2012).

Dicontohkan, ikan jenis gurami yang sebelumnya seharga Rp28 ribu per kg, kini menjadi Rp30 ribu per kg. Kabupaten Tabanan yang dikenal banyak menghasilkan lobster dan udang juga menghadapi kondisi kurang menguntungkan bagi para nelayan setempat.

Kondisi cuaca ekstrem mengakibatkan para nelayan ini tidak bisa melaut sehingga tidak ada hasil tangkapan untuk bisa dijual. Selama 10 hari terakhir, menurut Arsa, praktis nelayan tidak berani melaut karena cuaca buruk yang ditandai gelombang laut cukup tinggi bahkan hingga empat meter.

Bahkan Nelayan terpaksa memarkir perahu motor mereka karena tidak berani ambil risiko dengan keselamatan jika nekat tetap melaut. Dengan tidak melautnya para nelayan, mengakibatkan pasokan ikan dan berbagai jenis hasil laut mengalami penurunan.

"Harapan nelayan agar bisa menjual tangkapan dengan harga mahal kini hanya khayalan," papar dia.

Bahkan mereka menghadapi dihantui masalah karena harus memikirkan alat tangkap Lobtser yang masih tertinggal di laut. Karena itu, jika cuaca buruk terus berlangsung, maka dipastikan pasokan akan makin berkurang dan harga akan naik.

Di pihak lain, Pemerintah Provinsi Bali mendukung jika pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan akan menetapkan bencana nasional bagi para nelayan akibat cuaca ekstrem yang terjadi sejak sebulan terakhir.

Kepala Biro Humas Protokol Pemprov Bali I Ketut Teneng mengatakan, cuaca ekstrem belakangan ini sejatinya layak menjadi bencana nasional bagi nelayan.

"Sebagaimana penanganan bencana umumnya, pemerintah harus membantu menanganinya, minimal memberi subsidi bukan dalam bentuk uang, melainkan peralatan dan teknologi kepada nelayan,” imbuhnya. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
50 menit yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
1 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
1 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
2 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
3 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved