April, Pertamina EP janjikan lifting tercapai

Senin, 06 Februari 2012 - 10:51 WIB
April, Pertamina EP...
April, Pertamina EP janjikan lifting tercapai
A A A
Sindonews.com - Anak usaha PT Pertamina (Persero), PT Pertamina EP menargetkan lifting sebesar 130 ribu barel per hari (bph) akan tercapai di April 2012.

"Target 130 ribu bph akan tercapai di bulan April dengan beberapa upaya-upaya percepatan. X-ray kembali normal, kemudian Sukowati juga akan kita percepat untuk pemboran pad D, karena sekarang masih ladang UPL, kemudian dari PAN semoga FPSOnya bisa segera datang. Kemudian ada tiga sumur di region Jawa yang kemarin terhambat, mudah-mudahan sudah masuk," ujar Presiden Direktur Pertamina EP Syamsu Alam kepada okezone di Jakarta Senin (6/2/2012).

Namun, lanjut dia ada juga beberapa hambatan yang menggagalkan target tersebut. "Ada hambatan operasional dan izinnya juga mundur. kemudian yang cukup besar kita harapkan adalah put on production (POP) sumur-sumur eksplorasi yg sudah discovery kemudian kita usulkan ke BP Migas put on production. sehingga april lah kira-kira tercapai 130 ribu bph," pungkasnya.

Dirinya mengatakan ada 2.500 bph dari beberapa lapangan yang POP dan ada 24 sumur masih tahap eksplorasi. "Bervariasi, dari Jabar 1,000 bph dan di Sumsel ada 1,500 bph. Ada program yang didevelopment sekitar 130an sumur," pungkasnya.

Syamsu pun memaparkan alasan Pertamina EP belum mencapai target lifting minyaknya. "Produksi di bawah target sebetulnya gini, kalau target kita satu tahun 134 ribu barel per hari (bph). Di Januari target kita memang 133 ribu bph. Nah, kemarin cuma 124 ribu bph ada 9.000-an kita shortfall," ujar Syamsu.

Dirinya mengatakan ada beberapa hal yang menjadi penyebab menurunnya produksi minyak tersebut. Yang pertama Lapangan Sukowati yang targetnya di Januari bisa 36 ribu hanya 32 ribu.

"PAC PAN di Natuna seharusnya ada tambahan 2.000-3.000 karena kita nunggu SPS nunggu segala macam, itu juga belum bisa produksi. Dari Poleng ada problem kompresor, yang targetnya di atas 5.000 cuma 3.000 itu 2.000 lagi shortfall. Memang Januari kita 9.000 shortfall," tegasnya.

Kemudian, lanjut Syamsu, pihaknya selama dua hari telah melakukan workshop mencari apa upaya-upaya agar produksinya normal kembali di akhir tahun. "Mudah-mudahan untuk Februari target baru kita 126 ribu. Kita akan coba kembalikan produksi ke target untuk capai rata-rata 134 ribu. Untuk target februari kita harus capai 126 ribu," lanjutnya.

Dirinya menambahkan Pertamina EP akan melakukan percepatan dan memperbaiki kerusakan yang terjadi di lapangan-lapangan tersebut. "Kita sudah melakukan beberapa percepatan, kemudian kompresor di Poleng kita upayakan cepat diperbaiki, kemudian di x-ray kemarin ada masalah gasnya habis, kompresornya ga bisa hidup, kita sudah lakukan pemboran buka lapisan baru, sekarang sedang dites, semoga bisa hidup," tambahnya.

Dengan percepatan dan perbaikan itu, Syamsu berharap semoga di akhir tahun dapat tercapai target lifting Pertamina EP tersebut. "Kita kan harus mengembalikan ini ke sana, kita balikin enggak bisa langsung, pelan-pelan, nanti numpuknya di akhir tahun," pungkasnya.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
5 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
6 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
6 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
7 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
7 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
8 jam yang lalu
Infografis
Harga BBM Pertamina...
Harga BBM Pertamina Resmi Turun Lagi per 1 Oktober 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved