Hatta: Pertumbuhan ekonomi kurang nendang

Senin, 06 Februari 2012 - 17:32 WIB
Hatta: Pertumbuhan ekonomi...
Hatta: Pertumbuhan ekonomi kurang nendang
A A A


Sindonews.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengaku kurang puas dengan pencapaian pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2011 lalu yang mencapai 6,5 persen.

Menurutnya, angka produk domestik bruto (PDB) tersebut seharusnya bisa lebih tinggi jika dana APBN mampu berakselerasi belanja lebih baik dibanding dengan pencapaiannya.

"Di 2011, kita akui memang harus lebih dari itu, apabila APBN kita memiliki tendangan yang baik. Tendangan ini adalah belanja kita yang memang harus baik," ujar Hatta di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (6/2/2012).

Hanya dengan persoalan ini, diungkapkan Hatta, akan mengakibatkan negara kehilangan angka dari yang seharusnya.
Dengan kurangnya akselerasi belanja terus, menurut Hatta, Indonesia kehilangan kesempatan untuk mendongkrak pencapaian pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi sekitar 0,1-0,2 persen/

"Kita kehilangan paling tidak 0,1 persen sampai dengan 0,2 persen dari sisi ini saja, karena kalau belanja kita sehat, akan mungkin sekali kita mencapai PDB sebesar 6,6 persen atau 6,7 persen," jelasnya.

Hatta juga menambahkan bahwa untuk dari sisi ekspor dan investasi di tahun 2011 sudah sangat optimal. "Kalau dari sisi ekspor, investasi, rasanya sudah sangat optimal kita di tahun 2011. Maka dari itu kedepannya sisi APBN harus diperbaiki, bagaimana caranya nanti kita lihat kondisinya," pungkas Hatta.

Sebagaimana diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tumbuh sebesar 6,5 persen sepanjang tahun 2011 dibandingkan tahun 2010.

"Pertumbuhan ini dilandaskan dengan pertumbuhan yang cukup tinggi dari beberapa sektor ekonomi seperti peralatan komunikasi yang tumbuh 10,3 persen, hotel dan resort 9,2 persen dan real estate yang tumbuh naik sebesar 6,8 persen," sebut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin, dalam konferensi pers, di Kantor BPS, siang tadi.

Suryamin menambahkan nominal PDB untuk tahun 2011 adalah sebesar Rp7.427,1 triliun yang berbanding jauh dari PDB tahun 2000 dimana saat itu hanya mencapai Rp2.463,2 triliun. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
1 menit yang lalu
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
16 menit yang lalu
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
53 menit yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
1 jam yang lalu
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
1 jam yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
2 jam yang lalu
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved