Indonesia harus naikkan nilai jual ekspor

Senin, 06 Februari 2012 - 19:49 WIB
Indonesia harus naikkan...
Indonesia harus naikkan nilai jual ekspor
A A A
Sindonews.com - Nilai jual ekspor Indonesia saat ini masih kalah dibandingkan negara Malaysia dan Singapura walaupun dengan produk yang sama dari Indonesia. Malaysia dan Singapura bisa menjual 30 persen lebih tinggi dibanding harga jual Indonesia.

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menjelaskan Singapura dan Malaysia mampu meningkatkan nilai ekspor beberapa produk seperti buah-buahan tropis yang diambil dari Indonesia yang meningkat mencapai 20-30 persen.

"Jadi ini tentunya terjadi penambahan nilai dari Singapura dan Malaysia (dari produk Indonesia). Nah, ini bagaimana kita bisa melakukan penambahan nilai di Indonesia, supaya angka ekspor kita lebih tinggi," tegas Gita.

Dia menjelaskan, dengan nilai ekspor yang diperoleh dari kedua negara tersebut membuat Indonesia kalah atau rugi dengan tingkat persentase yang sama. Di mana kedua negara tersebut justru bisa menaikkan nilai lebih tinggi dibanding ekspor Indonesia, meski produk tersebut didapat dari Indonesia.

Oleh karena itu, dia menegaskan Indonesia harus bisa melakukan kenaikan nilai jual ekspor ini dan juga dia mengatakan akan melakukan koordinasi dengan pihak bea cukai untuk lebih memudahkan penghitungan jumlah produk yang masuk ke kedua negara tersebut.

"Saya tidak tahu (apakah ada kebocoran di bea cukai). Yang pasti, penambahan nilai terjadi di dua negara itu. Dan ini harus disikapi. Jadi policy perdagangan kita ini, bagaimana kita bisa meng-counting (melindungi) penambahan nilai di dalam negeri, semaksimal mungkin," jelasnya

Dia menjelaskan, sudah terjadi gap antara perhitungan jumlah yang tercatat dan yang ada di lapangan. Di mana diketahui jumlah yang dikirim ke Singapura dan lainnya ternyata angkanya lebih besar dibanding dengan angka yang dicatat.

"Sehingga, itu mencerminkan ada unsur-unsur barang yang tidak dicatat. Dan ini adalah buah yang sangat bisa dipetik untuk tingkatkan ekspor kita 20-30 persen juga," pungkasnya. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
7 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
8 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
8 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
8 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
9 jam yang lalu
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved