Jual saham hasil buy back, WIKA bisa raup Rp123 M

Selasa, 07 Februari 2012 - 09:40 WIB
Jual saham hasil buy...
Jual saham hasil buy back, WIKA bisa raup Rp123 M
A A A

Sindonews.com – Perusahaan konstruksi dan investasi nasional, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), akan menjual saham hasil buy back (pembelian kembali) saham pada 17 Februari 2012.

Dari pengalihan saham buy back sebanyak 176,686 juta saham tersebut,WIKA berpotensi meraih dana Rp115–123 miliar, seiring dengan pergerakan harga saham WIKA yang sudah berada di atas Rp700.

“Kalau melihat harga saham WIKA kemarin sempat mencapai Rp710,tapi untuk pengalihan tahap awal kemungkinan di harga Rp650,” ujar Sekretaris Perusahaan WIKA Natal Argawan di Jakarta kemarin.

Perhitungan tersebut, menurut Natal, dengan memperhatikan harga rata-rata tertimbang selama 90 hari sebelum pelaksanaan pengalihan saham buy back. Sehingga, diperkirakan penjualan hanya akan berada pada level 650.

Sesuai aturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) No.IX B.2,WIKA diwajibkan melaksanakan penjualan saham hasil buy back 14 hari sejak diterbitkannya surat keterbukaan informasi perseroan beberapa waktu lalu.

Meski begitu, lanjut dia, pelepasan akan melihat kondisi pasar yang berlaku. Sehingga, tidak penjualan tersebut tidak membuat pasar dirugikan karena adanya penurunan akibat penjualan saham WIKA.Untuk mencegah terjadinya penurunan saham WIKA secara drastis, penjualan juga tidak akan dilakukan dalam satu waktu.

“Pelepasan saham akan dilakukan secara bertahap. Mekanismenya disesuaikan dengan peraturan Bapepam- LK,”kata dia.

Natal mengatakan, WIKA telah menunjuk PT Mandiri Sekuritas sebagai financial advisor dan broker pelaksana pengalihan saham hasil buy back pada 30 Januari 2012 lalu.Nantinya Mandiri Sekuritas yang menjadi pihak pelaksana aksi korporasi tersebut. Dana hasil pengalihan buy back akan digunakan sebagai tambahan modal guna membiayai berbagai proyek di tahun ini.

Tahun ini WIKA menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp600 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk pembelian peralatan,investasi langsung, maupun melalui anak usaha. Menurutnya, perseroan akan menggunakan 30 persen kas internal dan 70 persen pinjaman. Pinjaman perbankan akan digunakan untuk pendanaan langsung pada tiga proyek power plant yang sedang dikerjakan perseroan.

Pinjaman yang berasal BRI dan Eximbank itu digunakan untuk pembiayaan proyek power plant di Borang Sumatera Selatan. Sementara, power plant di Ambon dan Rengat masih dalam proses pinjaman ke perbankan. WIKA menargetkan adanya peningkatan laba hingga 23 persen menjadi Rp430 miliar di 2012 dari Rp350 miliar pada tahun lalu.

Kenaikan didukung oleh peningkatan penjualan sebesar Rp12,164 triliun yang terdiri dari omzet penjualan Rp9,1 triliun dan joint operation sebesar Rp2,989 triliun. Sementara, tahun lalu penjualan ditargetkan mencapai Rp9,4 triliun.

Tahun ini, WIKA membidik total kontrak sebesar Rp32,089 triliun, yang terdiri dari kontrak baru sebesar Rp16,5 triliun dan sisanya kontrak bawaan (carry over).
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
33 menit yang lalu
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
1 jam yang lalu
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
3 jam yang lalu
NHM Terima Penghargaan...
NHM Terima Penghargaan atas Kontribusi Aktif dalam Perlindungan Lingkungan
3 jam yang lalu
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
4 jam yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
4 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved