Kebijakan pembatasan BBM cuma April Mop ?

Jum'at, 10 Februari 2012 - 15:03 WIB
Kebijakan pembatasan...
Kebijakan pembatasan BBM cuma April Mop ?
A A A
Sindonews.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai apapun kebijakan pemerintah terkait pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang akan diterapkan per 1 April 2012 hanyalah "April Mop" dari Pemerintah dan DPR.

Ketua Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan kebijakan tersebut bukan semata-mata dilakukan guna efisiensi yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat.

"Wacana bulan april pembatasan BBM atau kenaikan harga BBM itu memang tidak lebih dari april mop yang dilakukan pemerintah dan DPR," ujar Tulus yang ditemui dalam acara Seminar "Opsi dan Harga BBM" di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Jumat (10/2/2012).

Dirinya menjelaskan kebijakan pembatasan BBM bersubsidi jika opsi tersebut dipilih akan menimbulkan distorsi yang besar di masyarakat, karena masyarakat akan dibatasi dalam penggunaan bahan bakar khususnya premium.

"Mengapa? Pertama, opsi pembatasan jelas bukan opsi yang masuk akal dan harus dihilangkan atau ditutup sedalam-dalamnya, karena dapat menimbulkan efek distorsi ekonomi kepada masyarakat yang cukup besar," tegasnya.

Kemudian opsi kenaikan harga BBM, lanjut dia, pemerintah dan DPR menjadikan opsi tersebut sebagai komoditas politik. Sehingga menimbulkan kesimpangsiuran di masyarakat. "Opsi kenaikan justru sudah dikunci di UU APBN 2012 dan secara normatif itu menjadi hal yang tidak mungkin untuk dilakukan. Kecuali pemerintah dan DPR mereview APBN dan kemudian menggunakan opsi kenaikan," jelasnya.

Padahal, tambah Tulus sebenarnya pemerintah dan DPR secara ekonomi telah menyadari bahwa opsi kenaikan harga tersebut adalah yang terbaik dilakukan guna efisiensi subsidi energi pada tahun ini.

"Lagi-lagi antara pemerintah dan DPR. Sebenarnya dari sisi ekonomi dan kebijakan sudah turn bahwa opsinya kenaikan. Tetapi karena ini menjadi komoditas politik akhirnya semua sepakat untuk mengubur opsi tersebut," lanjutnya.

Lebih lanjut dirinya menegaskan jika kebijakan pembatasan ini menjadi komoditas politik maka sangat tidak memungkinkan untuk melakukan pengurangan dan efisiensi subsidi BBM. "Sepanjang pemerintah dan DPR mengakhiri subsidi BBM sebagai komoditas politik, maka sangat tidak mungkin melakukan pengurangan atau efisiensi subsidi BBM," pungkasnya. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Musk Peringatkan Bahaya...
Musk Peringatkan Bahaya Utang AS, Pajak Miliarder Tak Akan Cukup Hapus Defisit
7 jam yang lalu
Bidik Calon Kreditur,...
Bidik Calon Kreditur, CLIK Propensity Score Bantu Bank Ambil Keputusan Akurat
8 jam yang lalu
Babinsa Awasi Pajak...
Babinsa Awasi Pajak Bisa Picu Persepsi Negatif, DPR: Jangan Sampai Dianggap Mata-mata
10 jam yang lalu
Redam Perang Dagang...
Redam Perang Dagang dengan AS, China Usul Pangkas Tarif Rp535 triliun
13 jam yang lalu
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi...
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi Naik Tahun Ini, Semuanya di Pulau Jawa
15 jam yang lalu
PLN EPI Bidik Pasar...
PLN EPI Bidik Pasar Hidrogen Hijau untuk Industri dan Penerbangan
16 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved