Harga beras menanjak, Bulog gelar OP di Bandung
Sabtu, 11 Februari 2012 - 14:24 WIB
Harga beras menanjak, Bulog gelar OP di Bandung
A
A
A
Sindonews.com - Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, dan Perum Bulog Sub Divisi Regional Bandung-Jawa Barat, menggelar operasi pasar (OP) beras. Ini dikarenakan kenaikan harga beras sudah mencapai 20 persen sehingga Disperindagkop dan Bulog perlu menggelar OP.
"OP ini dilakukan karena kenaikan harga sudah di atas 15 persen. Bahkan faktanya kenaikan harga beras di pasaran pernah mencapai 25 persen dari harga normal," tutur Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM KBB Weti Lembanawati, Sabtu (11/2/2012) pagi.
Dikatakannya, harga beras dipasaran saat ini Rp7.200-Rp7.800/kg. Padahal harga normalnya berkisar antara Rp4.500-Rp5.000/kg. Sedangkan, beberapa minggu kebelakang harga beras pernah mencapai Rp9.100/kg. Sedangkan, di OP ini harga beras yang dijual Rp6.450/kg dimana satu orang mendapatkan jatah membeli satu karung 15 kg senilai Rp96.500.
"Pada OP ini maksimal warga diperbolehkan membeli hingga 50 kg beras. Dimana untuk OP ini Bulog menyediakan total 27 ton beras jenis medium untuk dua desa Lembang dan Sukajaya," katanya.
Menurut Weti, kenaikan harga beras yang terjadi sejak awal tahun dikarenakan belum masuknya masa panen dan kondisi anomali cuaca. Maka dari itu, hampir 165 desa di KBB mengajukan permintaan untuk dilakukan OP sehingga OP ini akan kembali dilakukan di desa yang berbeda. Tentu juga atas usulan dari Disperindagkop ke pihak betul.
Salah seorang warga Kampung Cintalaksana, RT1/13, Desa Lembang, Ratih, 47, mengaku adanya operasi pasar ini sangat membantu dirinya. Pasalnya harga beras jika ia membeli ke Pasar Lembang nilainya Rp9.000/kg. Ia inginnya membeli lebih dari satu karung untuk persediaan, hanya saja karena uang yang dimiliki terbatas maka ia pun hanya membeli satu karung beras.
"Operasi beras seperti ini kalau bisa rutin dilakukan. Lumayan bisa membantu meringankan biaya belanja karena selisih harganya cukup besar," ucapnya.
"OP ini dilakukan karena kenaikan harga sudah di atas 15 persen. Bahkan faktanya kenaikan harga beras di pasaran pernah mencapai 25 persen dari harga normal," tutur Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM KBB Weti Lembanawati, Sabtu (11/2/2012) pagi.
Dikatakannya, harga beras dipasaran saat ini Rp7.200-Rp7.800/kg. Padahal harga normalnya berkisar antara Rp4.500-Rp5.000/kg. Sedangkan, beberapa minggu kebelakang harga beras pernah mencapai Rp9.100/kg. Sedangkan, di OP ini harga beras yang dijual Rp6.450/kg dimana satu orang mendapatkan jatah membeli satu karung 15 kg senilai Rp96.500.
"Pada OP ini maksimal warga diperbolehkan membeli hingga 50 kg beras. Dimana untuk OP ini Bulog menyediakan total 27 ton beras jenis medium untuk dua desa Lembang dan Sukajaya," katanya.
Menurut Weti, kenaikan harga beras yang terjadi sejak awal tahun dikarenakan belum masuknya masa panen dan kondisi anomali cuaca. Maka dari itu, hampir 165 desa di KBB mengajukan permintaan untuk dilakukan OP sehingga OP ini akan kembali dilakukan di desa yang berbeda. Tentu juga atas usulan dari Disperindagkop ke pihak betul.
Salah seorang warga Kampung Cintalaksana, RT1/13, Desa Lembang, Ratih, 47, mengaku adanya operasi pasar ini sangat membantu dirinya. Pasalnya harga beras jika ia membeli ke Pasar Lembang nilainya Rp9.000/kg. Ia inginnya membeli lebih dari satu karung untuk persediaan, hanya saja karena uang yang dimiliki terbatas maka ia pun hanya membeli satu karung beras.
"Operasi beras seperti ini kalau bisa rutin dilakukan. Lumayan bisa membantu meringankan biaya belanja karena selisih harganya cukup besar," ucapnya.
()