Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:51 WIB
loading...
Janji Manis Ledakan...
Turnamen sepak bola terbesar di planet bumi, FIFA World Cup atau Piala Dunia selalu dipromosikan kepada kota-kota penyelenggara sebagai jackpot ekonomi, bagaimana dengan Piala Dunia 2026?. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Turnamen sepak bola terbesar di planet bumi, FIFA World Cup atau Piala Dunia selalu dipromosikan kepada kota-kota penyelenggara sebagai 'jackpot' ekonomi. Narasi yang dibangun selalu sama dan menggiurkan, banjir turis asing, hotel-hotel yang penuh sesak, jutaan lapangan kerja baru, serta perputaran uang senilai miliaran dolar.

Namun menjelang peluit kick-off pertama Piala Dunia 2026 dibunyikan, janji manis itu bisa berubah menjadi mimpi buruk finansial. Melambungnya harga tiket, lesunya pemesanan hotel, kebijakan imigrasi yang ketat, serta ketidakpastian ekonomi global kini memicu pertanyaan besar.

Apakah Piala Dunia 2026 kali ini yang diadakan secara bersamaan di tiga negara tuan rumah, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko bakal benar-benar mendatangkan keuntungan, atau justru berujung zonk bagi kota-kota di AS dan Kanada?

Kombinasi Visa Macet dan Isu Geopolitik Ancam Sepi Penonton

Salah satu faktor terbesar yang menahan minat penonton internasional untuk datang ke edisi Piala Dunia 2026 kali ini yang menjadi sejarah baru karena diikuti oleh 48 negara (terbanyak sepanjang sejarah) dan terbagi ke dalam 12 grup adalah agenda imigrasi di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.

Baca Juga: Seperempat Laga Piala Dunia 2026 Berisiko Tinggi

Bahkan pada April lalu, lembaga swadaya masyarakat seperti American Civil Liberties Union (ACLU) secara resmi merilis peringatan bahaya bagi turis asing yang hendak berkunjung ke AS. Sementara itu gelaran pertandingan bakal berlangsung di 16 kota yang tersebar dalam tiga negara.

Tak hanya itu, karut-marut birokrasi visa membuat calon penonton frustrasi. Meskipun pemerintah AS sempat membatalkan aturan deposit jaminan visa senilai USD15.000 bagi pemegang tiket resmi Piala Dunia 2026 pada bulan Mei, namun keterlambatan dalam proses penerbitan visa membuat banyak turis internasional terancam tidak bisa datang tepat waktu.



Situasi ini mengancam tingkat kedatangan wisatawan ke beberapa kota-kota di AS yang menggelar pertandingan yakni New York/New Jersey (tempat laga final), Los Angeles, Dallas, San Francisco Bay Area, Miami, Atlanta, Seattle, Houston, Philadelphia, Kansas City, hingga Boston.

Dampaknya langsung memukul bisnis perhotelan secara ekstrem, saat target hunian meleset jauh. Menurut American Hotel and Lodging Association, 80% tingkat pemesanan hotel berada di bawah ekspektasi. Dimana ada sebanyak 70% pengusaha hotel menunjuk hambatan visa dan kekacauan geopolitik global sebagai penyebab utamanya.

Di New York yang akan menjadi lokasi laga final, pemesanan hotel hanya menyentuh angka 65% dari target. Sementara di Seattle, 80% hotel mencatatkan performa yang jauh lebih sepi dibanding musim panas biasanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Purbaya Sebut Efeknya Minim ke Ekonomi
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Perang AS-Israel Lawan...
Perang AS-Israel Lawan Iran Bikin Badai Ekonomi ke Seluruh Dunia, Sektor Bisnis Tekor Rp441 Triliun
Momentum Piala Dunia...
Momentum Piala Dunia 2026, VIVA Berpeluang Cetak Gol
Prediksi Suram IMF Soal...
Prediksi Suram IMF Soal Perang AS-Israel vs Iran: 45 Juta Orang Terancam Kelaparan
Pemerintah Bidik Dampak...
Pemerintah Bidik Dampak Ekonomi Rp11,8 T dari Pembebasan Bea Masuk Suku Cadang Pesawat
Euforia Suporter Memuncak,...
Euforia Suporter Memuncak, Meksiko Siap Rem Penjualan Alkohol
Rekor 32 Tahun Tumbang...
Rekor 32 Tahun Tumbang di Piala Dunia 2026
Belanda vs Swedia: Oranje...
Belanda vs Swedia: Oranje Wajib Menang!
Rekomendasi
Di Dua Waktu Istimewa...
Di Dua Waktu Istimewa Ini, Malaikat Pengawas Saling Bertemu
50 Tokoh Pasang Badan...
50 Tokoh Pasang Badan untuk Roy Suryo, Din Syamsuddin dan Oegroseno Ikut Jadi Penjamin
Transformasi Pendidikan...
Transformasi Pendidikan 3T: Dari Ruang Kelas Baru hingga Pembelajaran Digital
Berita Terkini
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos Sepanjang IHSG Sepekan
Terungkap 2 Alasan di...
Terungkap 2 Alasan di Balik Pemadaman Bergilir Pulau Jawa, Dirut PLN Minta Maaf
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved